Harga minyak mentah global melonjak pada perdagangan Rabu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran.

Eskalasi ini terjadi setelah aksi saling serang antara Washington dan Teheran yang berlangsung semalam.

>>> Maybank Sekuritas Perkirakan BI Rate Naik Hingga 6 Persen

Kontrak berjangka minyak Brent naik 93 sen atau sekitar 1 persen ke US$92,38 per barel hingga pukul 13.21 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,10 atau 1,25 persen menjadi US$89,30 per barel.

Kenaikan dipicu pernyataan tegas Trump melalui platform Truth Social yang menunjukkan posisi keras pemerintah AS terhadap Teheran.

"Mereka telah menghabiskan waktu terlalu lama untuk merundingkan sebuah kesepakatan yang sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka. Sekarang mereka harus membayar harganya!"

tulis Trump.

Sesaat setelah unggahan tersebut, grafik harga minyak langsung bergerak naik tajam, padahal sebelumnya pergerakan harga relatif stabil di sesi perdagangan pagi Eropa.

Laporan Fox News mengonfirmasi bahwa Trump hampir memutuskan untuk menginstruksikan serangan baru ke infrastruktur jembatan dan pembangkit listrik di Iran.

Langkah itu dipertimbangkan karena Teheran dinilai mengulur waktu dalam kesepakatan damai.

Analis: Pasar Tunggu Langkah Trump

Analis UBS Giovanni Staunovo mengungkapkan bahwa sentimen positif terhadap negosiasi damai sebelumnya sempat menekan harga minyak dalam beberapa hari terakhir.

"Harapan akan tercapainya kesepakatan telah membuat harga minyak berada di bawah tekanan, meskipun arus melalui Selat Hormuz masih terbatas.

Jelas bahwa kini pasar menunggu langkah berikutnya yang akan diambil Presiden AS Donald Trump," ujar Staunovo.

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada potensi perluasan konflik bersenjata setelah militer AS melancarkan serangan ke sejumlah target milik Iran.