Salesforce kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan karyawannya. Langkah ini merupakan gelombang pengurangan tenaga kerja kedua sepanjang tahun ini.

Kebijakan efisiensi tersebut diambil untuk melakukan penyesuaian ukuran bisnis atau right-sizing di era kecerdasan buatan.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,50% untuk Jaga Rupiah

Hal ini terungkap dalam dokumen pelaporan resmi kepada kantor Penyesuaian Pekerja dan Pemberitahuan Pelatihan Ulang California pada Senin.

Pemberitahuan itu menyatakan 86 karyawan akan diberhentikan dari kantor Mission Street di San Francisco pada 7 Agustus mendatang.

Pengurangan ini berdampak paling besar pada tim Salesforce Agentforce, MuleSoft IT, dan perangkat lunak Marketing Cloud.

Akuisisi dan Pembelian Kembali Saham

Meskipun memangkas staf, Salesforce tetap bergerak agresif di pasar konsolidasi.

Pada hari yang sama dengan pengajuan pemberitahuan, perusahaan mengumumkan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi m3ter dengan nilai yang dirahasiakan.

Aksi korporasi ini merupakan akuisisi ke-13 yang diumumkan Salesforce dalam kurun waktu 13 bulan terakhir, termasuk pencaplokan Contentful pekan lalu.

Langkah pengetatan ini berjalan beriringan dengan aksi pembelian kembali saham bernilai miliaran dolar di bawah otorisasi reposisi senilai US$50 miliar.

>>> IHSG Melejit 2,71 Persen ke Level 5.902,37 pada 10 Juni 2026

Keputusan tersebut diambil setelah saham Salesforce kehilangan lebih dari 30 persen nilainya dalam setahun terakhir.

Kendati demikian, CEO Salesforce Marc Benioff tetap menyuarakan optimisme terkait posisi likuiditas perusahaan dalam paparan kinerja kuartalan.

"Tentu saja, saya pikir kami juga telah memberikan imbal hasil rekor bagi para investor kami.

Kami akan membicarakan hal itu dan seberapa penting hal tersebut, terutama selama masa yang tidak biasa ini," kata Marc.

Pengurangan karyawan ini tercatat lebih kecil dibandingkan gelombang PHK sebelumnya, seperti pemangkasan di bawah 1.000 pekerjaan pada Januari awal tahun ini.

Perusahaan juga sempat melakukan penghapusan 4.000 peran dukungan pelanggan pada November 2025.

>>> Amerika Serikat Terapkan Aturan Visa Ketat untuk Piala Dunia 2026

Per 31 Januari, laporan tahunan Salesforce mencatat perusahaan masih mempekerjakan sekitar 83.000 orang secara global.