Indeks LQ45 Menguat 3,54% di Tengah Aksi Jual Asing

Indeks saham unggulan LQ45 mencatatkan kenaikan sebesar 3,54 persen ke level 589,47 pada perdagangan Rabu (10/6/2026).
Kenaikan ini berlanjut dari hari sebelumnya.
>>> Cara Mengaktifkan Shopee SPayLater 2026 dan Syarat Pengajuannya
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai lonjakan tersebut lebih kuat dari sekadar technical rebound.
Menurutnya, stabilitas nilai tukar rupiah dan penurunan aksi jual bersih asing masih menjadi konfirmasi utama yang dibutuhkan pasar.
Abida melihat penurunan harga saham sejak awal tahun telah menciptakan ruang aman bagi investor jangka panjang. Ia merekomendasikan strategi akumulasi bertahap untuk mengantisipasi fluktuasi.
"Alokasikan 60%-70% ke saham defensif bervalensikan yield tinggi dan 30-40% ke saham growth yang sudah sangat terdiskon," kata Abida kepada Kontan, Rabu (10/6/2026).
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, memaparkan bahwa lompatan LQ45 mengukuhkan dominasi saham blue chip dalam pemulihan IHSG.
Valuasi saham perbankan besar yang murah diperkirakan mampu mendongkrak imbal hasil dividen tinggi.
>>> Huawei Kembangkan Ponsel Candybar Berlayar Lebar untuk Dobrak Pasar
Langkah Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada 9 Juni 2026 dinilai efektif menurunkan premi risiko jangka pendek.
Kebijakan ini juga menahan pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp 18.200 per dolar AS.
"Apabila stabilitas nilai tukar terjaga, arus dana asing berpeluang kembali masuk ke pasar keuangan domestik," jelas Ratih kepada Kontan.
Ratih mengungkapkan anomali pasar berupa penguatan indeks bersamaan dengan aksi net sell investor asing sebesar Rp 5,52 triliun pada 8–9 Juni 2026.
Data KSEI menunjukkan porsi kepemilikan asing hingga Mei 2026 menyusut menjadi 41,17 persen dari total nilai aset saham.
"Tanpa pembalikan arus dana asing, penguatan IHSG saat ini masih berisiko hanya menjadi rebound jangka pendek," tambah Ratih.
>>> Dewan Ekonomi Nasional Bantah Wacana Bansos Baru Rp5,4 Juta
Menghadapi situasi ini, investor disarankan jeli memanfaatkan salah harga pada saham blue chip murah sembari menyisakan kas yang fleksibel.
Update Terbaru
Harga Minyak Dunia Menguat Imbas Ketegangan AS dan Iran Meningkat
Rabu / 10-06-2026, 22:40 WIB
4 Rekomendasi Loose Powder untuk Usia 30-an, Samarkan Garis Halus
Rabu / 10-06-2026, 22:36 WIB
Netflix Hadirkan Pembaruan Fitur Seluler dan Game di Asia Pasifik
Rabu / 10-06-2026, 22:36 WIB
Nusa Network Prakarsa Dorong Perubahan Paradigma Keamanan Siber Perusahaan
Rabu / 10-06-2026, 22:33 WIB
Maybank Sekuritas Perkirakan BI Rate Naik Hingga 6 Persen
Rabu / 10-06-2026, 22:32 WIB
Lagu Denok Karya Didik Budi Viral dan Puncaki Tren TikTok
Rabu / 10-06-2026, 22:32 WIB
Apple Rilis MacBook Neo Termurah 2026, Guncang Pasar Gadget Indonesia
Rabu / 10-06-2026, 22:28 WIB
Cristiano Ronaldo Berpotensi Cetak Rekor Enam Piala Dunia
Rabu / 10-06-2026, 22:28 WIB
Piala Dunia 2026 Hadirkan Perubahan Besar Dibanding Edisi 1994
Rabu / 10-06-2026, 22:26 WIB
Texas Hampir Salip California dalam Penjualan Mobil Baru, Banyak yang Bayar Tunai
Rabu / 10-06-2026, 22:25 WIB
Thomas Tuchel Sebut Timnas Inggris Bukan Favorit Utama Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 22:24 WIB
FIFA Pastikan Wasit Terbaik Afrika Omar Artan Absen di Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 22:24 WIB
Tiga Negara Siapkan Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 yang Berbeda
Rabu / 10-06-2026, 22:21 WIB
Harga BBM Pertamax Naik Menjadi Rp 16.250 Per Liter
Rabu / 10-06-2026, 22:20 WIB






