"Jangan sampai rivalitas tersebut membuat kita melakukan hal-hal yang tidak baik kepada pihak lain.

Apa pun klub yang berkompetisi di Liga 1 maupun Championship, jangan sampai sentimen itu terbawa ke Timnas Indonesia."

PSSI menegaskan bahwa fokus utama suporter di stadion seharusnya adalah memberikan suntikan energi positif. Kenyamanan emosional pemain di lapangan sangat memengaruhi performa maksimal mereka dalam pertandingan internasional.

"Kami sangat menyayangkan hal ini. Apa pun rivalitas di level klub, jangan dibawa ke Timnas.

Kita membutuhkan para pemain bermain dengan nyaman, menikmati pertandingan, dan bisa memberikan kemampuan terbaiknya," tutur Yunus Nusi.

Langkah Konkret PSSI

Sebagai langkah konkret, PSSI berencana membuka rekaman kamera pengawas di area stadion untuk mengidentifikasi pelaku.

Sanksi tegas berupa larangan memasuki stadion dalam laga internasional siap dijatuhkan kepada oknum yang terbukti bersalah.

>>> Mario Lemos Terkesan dengan Persaingan dan Suporter Sepak Bola Indonesia

"Ke depan, jangan sampai kondisi psikologis mereka mendapat tekanan seperti ini.

Saya akan meminta panitia untuk menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV maupun kamera yang ada, guna mengidentifikasi orang atau suporter yang melakukan makian maupun hujatan kepada pemain," ucap Yunus Nusi.

Langkah penertiban ini diambil demi memberikan efek jera sekaligus memfilter suporter yang hadir di stadion. PSSI berkomitmen menyaring penonton agar iklim dukungan terhadap tim nasional tetap sehat.

"Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding," terang Yunus Nusi.

Laporan mengenai insiden ini juga akan segera dibawa ke tingkat petinggi federasi untuk dirumuskan sanksinya.

Yunus Nusi bersiap melakukan koordinasi bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta jajaran Komite Eksekutif (Exco).