Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengaku sangat terkesan dengan ketatnya persaingan dan militansi suporter di kompetisi sepak bola Indonesia.

Juru taktik asal Portugal itu menceritakan pengalamannya selama menangani Laskar Kalinyamat pada musim pertamanya di BRI Super League 2025/2026.

>>> John Herdman Andalkan Pemain Domestik di Piala AFF 2026

Awal musim, Persijap tampil impresif dengan menumbangkan Persib Bandung 2-1 dan menekuk Persis Solo 2-1. Namun, performa tim kemudian merosot tajam hingga ia mengalami tujuh kekalahan beruntun.

Akibatnya, Mario Lemos sempat digeser menjadi Direktur Teknik dan manajemen menunjuk Divaldo Alves sebagai pelatih kepala. Namun, pada medio Februari 2026, ia kembali dipercaya menukangi tim.

Pada putaran kedua, Mario Lemos berhasil membangkitkan Persijap dengan catatan lima kemenangan, enam imbang, dan hanya dua kali kalah dari 13 laga.

"Kompetisi yang sangat bagus dengan banyak tim hebat dan suporter yang luar biasa. Saya benar-benar menikmati berkompetisi di liga ini," kata Mario Lemos kepada Bola.

com, Selasa (9/6/2026).

Salah satu pertandingan yang paling membekas adalah laga tandang melawan Persis Solo pada pekan kelima. Laga Derbi Jawa Tengah itu berlangsung di stadion yang sangat padat.

>>> Saddil Ramdani Bersyukur Kembali Dipanggil Membela Timnas Indonesia

"Saya tak akan melupakan pertandingan di Solo. Dua tim yang berada di papan bawah klasemen, namun stadionnya penuh sesak.

Itu menunjukkan betapa besarnya semangat para suporter," ujarnya.

Tantangan Berat Laga Tandang

Selain antusiasme suporter, Mario Lemos juga menyoroti beratnya perjuangan mencuri poin di kandang lawan. Persijap Jepara hanya mampu meraih tiga kemenangan dari 17 pertandingan tandang.

Dua kemenangan krusial didapatkan saat mendekati akhir musim, yaitu mengalahkan Semen Padang 2-0 dan Persita Tangerang 3-0.

Hasil itu menjadi momentum penting bagi Laskar Kalinyamat untuk lolos dari degradasi.

"Tantangan terbesar adalah pertandingan tandang. Sangat sulit untuk menang di kandang lawan.

>>> Mario Suryo Aji Buka Suara soal Tantangan Honda Team Asia ke MotoGP 2027

Ada faktor perjalanan yang melelahkan dan memakan waktu berjam-jam, tetapi setiap tim harus melewatinya," kata dia.