PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan smelter katoda tembaga di kawasan industri JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur dapat beroperasi kembali pada kuartal III-2026.

Jadwal ini bergeser dari target sebelumnya yang dipatok pada triwulan II-2026.

>>> Airtel Ganti Nama 'Priority Postpaid' Jadi 'Fast Lane'

Penundaan dipicu oleh penurunan pasokan konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pascalongsong.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyatakan pembukaan kembali smelter akan berjalan beriringan dengan pemulihan kapasitas produksi tambang bawah tanah.

"Kuartal III ramp up, tergantung konsentratnya.

[Target beroperasi penuh] sama dong [seperti tambang GBC pada akhir 2027], tunggu konsentratnya penuh dia baru bisa penuh," ungkap Tony di Kompleks DPR, Rabu (10/6/2026).

Pemulihan tambang GBC ditargetkan mencapai kapasitas operasional penuh 100 persen pada akhir 2027.

Tony memproyeksikan kemajuan perbaikan tambang mencapai 65 persen pada semester II-2026, lalu naik ke 75 persen pada paruh pertama 2027.

"Semester kedua ini bisa 65%. Semester pertama tahun depan itu bisa 75% dan menjelang akhir tahun itu menuju ke 100%," ujar Tony.

Smelter Manyar sempat mencatatkan utilitas hingga 70 persen pada Agustus 2025, namun produksi dihentikan total akibat longsor di GBC pada awal September 2025.

Saat ini, pasokan material Freeport bertumpu pada tambang Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang menghasilkan sekitar 70.000 ton konsentrat per hari, atau 30 persen dari kapasitas normal 210.000 ton per hari.

>>> Psikolog Ungkap Kebiasaan Nomor 1 yang Dimiliki Orang Super Cerdas

Seluruh hasil produksi konsentrat dari dua lokasi tersebut dialihkan untuk memenuhi kebutuhan PT Smelting di Gresik.