Wang memperkirakan kombinasi inovasi mandiri ini akan memicu pertumbuhan pesat di pasar domestik maupun internasional.

Mengenai kekhawatiran pemegang saham terkait tipisnya keuntungan domestik dan citra merek, Wang menanggapinya dengan santai.

Ia menegaskan BYD sudah sukses dicap sebagai merek premium di Australia, Eropa, dan Amerika Selatan.

"Mobil itu alat transportasi yang melibatkan keselamatan jiwa, jadi kita harus kembali ke esensi teknologi," tegas Wang.

Berdasarkan data penjualan global sepanjang tahun 2025 dari Bloomberg, posisi BYD saat ini berada di peringkat keenam.

Toyota memimpin dengan 11,2 juta unit, disusul Volkswagen 8,68 juta, Hyundai 7,27 juta, General Motors 6,18 juta, dan Stellantis 5,48 juta.

>>> Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bogor

BYD mencatat penjualan 4,6 juta unit, diikuti Ford 4,4 juta, Geely 4,12 juta, Honda 3,46 juta, dan Nissan 3,21 juta.