Pada 2019, jumlah kelas menengah tercatat 57,33 juta orang.

Angka itu turun menjadi 47,85 juta pada 2024, artinya sekitar 9,5 juta orang keluar dari kategori ini dalam lima tahun.

Achmad menyebut ini sebagai alarm sosial ekonomi.

Mereka yang dulu mampu menabung, mencicil rumah, membeli asuransi, dan menyekolahkan anak kini harus menghitung ulang pengeluaran dasar.

Rekomendasi Kebijakan Perlindungan

Achmad mendorong pemerintah memperluas program perlindungan sosial bagi kelas menengah bawah yang terdampak. Percepatan pembangunan transportasi publik terjangkau dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Perbankan diharapkan menerapkan penyesuaian bunga kredit secara proporsional dan transparan. Dari sisi fiskal, pemerintah diminta lebih sensitif terhadap kondisi kelas menengah.

>>> Harry Kane dan Kylian Mbappe Berpeluang Cetak Rekor Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Pertumbuhan ekonomi yang sehat bukan hanya soal angka PDB, tetapi juga kemampuan keluarga mempertahankan standar hidup tanpa terus menguras tabungan dan menambah utang.