Menteri UMKM Siapkan Langkah Mitigasi Dampak Pelemahan Rupiah
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyiapkan langkah mitigasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang terdampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).
>>> Pemerintah Koordinasikan Jadwal KTT ASEAN-Rusia di Kazan
Gejolak kurs sempat menembus angka Rp18.000 per dolar AS sebelum kembali menguat ke posisi Rp17.894.
Lonjakan ini langsung memicu tekanan bagi industri lokal yang bergantung pada bahan baku impor.
Kenaikan harga pasokan impor meresahkan sektor pangan dan manufaktur skala kecil.
Tekanan terbesar dialami oleh produsen makanan lokal serta pengrajin kemasan akibat ketergantungan komoditas yang tinggi.
Sektor Pangan dan Plastik Terdampak
"Sampai saat ini sih kalau kita lihat, yang sekarang muncul kan pedagang tempe, tahu kita.
Karena memang ketergantungan kita terhadap bahan baku impor kedelai memang tinggi di situ," kata Maman.
Selain sektor pangan berbasis kedelai, industri plastik juga sempat menghadapi tekanan akibat pelemahan rupiah, meski dampaknya mulai mereda.
>>> Celios: Kenaikan Pertamax Bukti Ruang Fiskal Negara Menyempit
Pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar agar keberlangsungan usaha tetap terjaga.
"Kami sadar, kami mengerti dan memahami bahwa tentunya ada impact, namun yang terpenting kami pemerintah tidak akan tinggal diam, dan akan terus melakukan mitigasi untuk mencegah dan mengantisipasi dampak-dampak yang memang bisa berdampak kepada UMKM kita," ujar Maman.
Upaya mitigasi dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait, termasuk otoritas fiskal dan moneter, untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di sisi lain, kondisi pasar mulai menunjukkan perbaikan seiring penguatan rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 5%.
"Tren dari tadi malam sampai perhari ini, rupiah kita sudah mulai menguat, sudah mulai rebound, dan IHSG kita juga sudah mulai naik di angka 5%," ujar Maman.
Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada Selasa (9/6/2026).
>>> Vi 5G Resmi Hadir di Bhopal, Lanjutkan Ekspansi di Madhya Pradesh
Langkah moneter ini memicu penguatan kembali mata uang domestik pada pembukaan perdagangan berikutnya.
Update Terbaru
DPR Soroti Ketergantungan Mesin Impor, Dorong Tambahan Anggaran Kemenperin
Rabu / 10-06-2026, 17:48 WIB
Pembiayaan Cicil Emas BSI Tumbuh Melesat Hingga 97,90 Persen
Rabu / 10-06-2026, 17:46 WIB
Bridgestone Indonesia Bagikan Tips Periksa Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh
Rabu / 10-06-2026, 17:45 WIB
Prabowo Subianto Larang Pengusaha Muda Bawa Kekayaan ke Luar Negeri
Rabu / 10-06-2026, 17:44 WIB
Pegadaian dan Bank Syariah Nasional Jalin Sinergi Pembiayaan Rp1,4 Triliun
Rabu / 10-06-2026, 17:44 WIB
Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portabel untuk Profesional Mobile
Rabu / 10-06-2026, 17:40 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Dorong Inflasi Juni 2026 Mendekati 4%
Rabu / 10-06-2026, 17:40 WIB
PA Jaksel Klarifikasi Rumor Cerai Cita Citata dan Didi Mahardika
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Rp110,4 Miliar
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
PT Pegadaian Borong Lima Penghargaan HR Asia 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate untuk Musim 2026-2027
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Perusahaan Asuransi Ramai Dirikan Perusahaan Baru Demi Spin Off UUS
Rabu / 10-06-2026, 17:35 WIB
Ditjen Pajak Temukan 93.260 Wajib Pajak UMKM Lakukan Pemisahan Perusahaan
Rabu / 10-06-2026, 17:35 WIB
Prabowo Targetkan Modernisasi 400 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Rabu / 10-06-2026, 17:33 WIB






