Celios: Kenaikan Pertamax Bukti Ruang Fiskal Negara Menyempit
Center of Economic and Law Studies (Celios) menyatakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) membuktikan keterbatasan ruang fiskal pemerintah dalam membendung fluktuasi harga energi global.
Kondisi anggaran negara saat ini dinilai kian berat menyusul tingginya kewajiban utang beserta bunga yang menyentuh angka Rp1.434 triliun pada tahun ini.
>>> Vi 5G Resmi Hadir di Bhopal, Lanjutkan Ekspansi di Madhya Pradesh
Potensi kekurangan penerimaan pajak sekitar Rp300 triliun hingga Rp340 triliun turut memperparah situasi.
Kombinasi antara menyusutnya kemampuan anggaran negara dan pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 8 persen sejak awal tahun menjadi faktor utama penyusutan ruang fiskal tersebut.
“Pemerintah sudah kehabisan amunisi menjaga harga energi tetap stabil,” ucap Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, dalam keterangan resmi pada Rabu (10/6/2026).
Bhima menambahkan bahwa kegagalan dalam mengendalikan kurs rupiah berimplikasi langsung pada lonjakan biaya impor bahan bakar minyak serta pembengkakan dana kompensasi.
“Hasil simulasi sensitivitas perubahan asumsi makro APBN 2026 menjelaskan kaitan kegagalan mengendalikan kurs rupiah menyebabkan belanja negara bertambah Rp91,5 triliun, salah satunya semakin berat biaya kompensasi ke Pertamina,” ungkap Bhima.
Kenaikan harga Pertamax sebesar 32 persen ini diproyeksikan memicu penurunan daya beli kelas menengah, penambahan warga rentan miskin, peningkatan harga pangan, hingga risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada triwulan III-2026.
Pihak Celios juga menyanggah argumen yang menyebutkan bahwa dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi ini hanya akan menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi.
>>> Survei BI: Persepsi Ekonomi Konsumen Mei 2026 Menurun
“Ketika margin kenaikannya terlalu jauh, opsinya adalah membayar lebih mahal, atau turun ke Pertalite.
Update Terbaru
Asperindo Tolak Biaya Tambahan Kargo Udara Jasper dan SGHA
Rabu / 10-06-2026, 17:51 WIB
DPR Soroti Ketergantungan Mesin Impor, Dorong Tambahan Anggaran Kemenperin
Rabu / 10-06-2026, 17:48 WIB
Pembiayaan Cicil Emas BSI Tumbuh Melesat Hingga 97,90 Persen
Rabu / 10-06-2026, 17:46 WIB
Bridgestone Indonesia Bagikan Tips Periksa Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh
Rabu / 10-06-2026, 17:45 WIB
Prabowo Subianto Larang Pengusaha Muda Bawa Kekayaan ke Luar Negeri
Rabu / 10-06-2026, 17:44 WIB
Pegadaian dan Bank Syariah Nasional Jalin Sinergi Pembiayaan Rp1,4 Triliun
Rabu / 10-06-2026, 17:44 WIB
Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portabel untuk Profesional Mobile
Rabu / 10-06-2026, 17:40 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Dorong Inflasi Juni 2026 Mendekati 4%
Rabu / 10-06-2026, 17:40 WIB
PA Jaksel Klarifikasi Rumor Cerai Cita Citata dan Didi Mahardika
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Rp110,4 Miliar
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
PT Pegadaian Borong Lima Penghargaan HR Asia 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate untuk Musim 2026-2027
Rabu / 10-06-2026, 17:36 WIB
Perusahaan Asuransi Ramai Dirikan Perusahaan Baru Demi Spin Off UUS
Rabu / 10-06-2026, 17:35 WIB
Ditjen Pajak Temukan 93.260 Wajib Pajak UMKM Lakukan Pemisahan Perusahaan
Rabu / 10-06-2026, 17:35 WIB






