Pemerintah Cari Solusi Atasi 39 Pemda Gagal Bayar Gaji PPPK
Kementerian Keuangan berencana menggelar koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk merespons laporan puluhan pemerintah daerah yang kesulitan membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kondisi darurat anggaran ini dipicu oleh porsi belanja pegawai di 39 daerah yang telah melampaui 50 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing.
>>> Sutradara Trainspotting Ungkap Kisah Unik Syuting Film Legendaris Ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkah tindak lanjut tersebut saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/6/2026).
"Nanti akan kita bicarakan lebih lanjut dengan Kemendagri," kata Purbaya.
Intervensi Pusat Melalui TKD
Masalah kapasitas fiskal daerah ini sebelumnya diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menilai perlunya intervensi pemerintah pusat.
Tito menjelaskan bahwa bantuan finansial dapat disalurkan melalui penambahan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) yang bersumber dari APBN.
"Kalau tidak salah kita itu 39 daerah. Ada 39 daerah yang perlu kita pikirkan.
Mungkin mereka, kalau di PAD juga akan berat sehingga mungkin perlu di-top-up melalui TKD," ujar Tito dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI, Senin (8/6).
>>> Kisah Tang Wei: Kurir Makanan Hidup Hemat Ekstrem Demi Kuliah di Changsha
Dalam pemaparannya, Tito menguraikan beberapa wilayah dengan krisis ruang fiskal akut, salah satunya Provinsi Sulawesi Tengah dengan beban belanja pegawai mencapai 56,65 persen.
Persentase tinggi juga tercatat di Kabupaten Donggala sebesar 53,1 persen, dan Kabupaten Sigi dengan belanja pegawai 60 persen dari APBD.
"Nah ini yang perlu dikerjakan, carikan solusi," imbuhnya.
Pemerintah pusat telah menetapkan batas maksimal belanja pegawai 30 persen dari APBD yang wajib dipenuhi mulai tahun anggaran 2027, sesuai Pasal 146 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Data terkini Kemendagri menunjukkan 367 kabupaten masih melewati batas 30 persen, dan baru 48 kabupaten yang patuh di bawah ambang tersebut.
Sebagai langkah penyehatan, pemerintah daerah diinstruksikan menyisir kembali pembiayaan program non-prioritas yang tidak berdampak langsung pada publik.
>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250, Pemilik Mobil Putar Otak
"Hal-hal yang tidak efisien bisa diefisiensikan. Nah ini tolong dikerjakan dulu, jangan nyerah dulu," tutur Tito.
Update Terbaru
Lokasi Semua Skull dan Terminal di Level Pertama Halo Campaign Evolved
Minggu / 26-07-2026, 03:40 WIB
Sega Janjikan Perayaan 30 Tahun Persona yang Meriah Setelah Pengungkapan Persona 6
Minggu / 26-07-2026, 03:40 WIB
OceanVeil Tambahkan Love Hina, Level E, Yuru Yuri, DRAMAtical Murder, dan Anime Lainnya
Minggu / 26-07-2026, 03:39 WIB
Satpam Drakeo the Ruler Klaim Lihat YG Bawa Pisau Saat Perkelahian Fatal
Minggu / 26-07-2026, 03:39 WIB
Sahabat Nolan Wells Ungkap Alasan Tak Hadiri Pemakaman
Minggu / 26-07-2026, 03:38 WIB
6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri
Minggu / 26-07-2026, 02:52 WIB
Christian Gonzalez Ikut Latihan Penuh Patriots di Tengah Negosiasi Kontrak
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Resident Evil 4 Remake Raup 560 Juta Dolar AS, Jadi Remake Terlaris Generasi Ini
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Lucasfilm Siapkan Film Star Wars: Starfighter untuk Rilis 2027
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Padres Hadapi Marlins, Miami Berusaha Akhiri 10 Kekalahan Beruntun
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Imigrasi AS Deportasi Mantan Pemain NFL Kenya Daniel Adongo
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Viruzz Hadapi Gero Arias di Laga Kelima La Velada del Ano 6
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
PlayStation Store dan Jaringan Down, Tanda Masa Depan All-Digital Sony?
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Yen Press Lisensi Tiga Judul Baru: Light Novel dan Manga
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB







