PT Bank Mestika Dharma Tbk membidik target untuk naik kelas menjadi kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dalam kurun waktu dua tahun mendatang.

Rencana strategis tersebut sejalan dengan langkah manajemen dalam memperkuat permodalan, mengembangkan layanan digital, dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

>>> Bahlil Minta Izin Panggil Prabowo 'Kakanda' di Munas HIPMI

“Kami tetap menunjukkan kinerja yang solid dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin,” ujar Achmad, Direktur Utama Bank Mestika, Rabu (10/6/2026).

Hingga akhir tahun lalu, posisi modal inti perseroan tercatat sebesar Rp5,38 triliun. Untuk memenuhi batas minimum klasifikasi KBMI 2, Bank Mestika membutuhkan tambahan sekitar Rp680 miliar.

Dari sisi intermediasi, ekspansi kredit tumbuh 3,65 persen secara tahunan menjadi Rp11,22 triliun.

Dana Pihak Ketiga naik 6,85 persen menjadi Rp10,99 triliun, dan ekuitas meningkat 7,12 persen pada 2025.

>>> Harga Emas Digital 10 Juni 2026 Anjlok, Tertekan Global dan Rupiah

Namun, laba bersih emiten perbankan ini turun 21 persen secara tahunan menjadi Rp320 miliar. Penurunan ini akibat kebijakan penguatan pencadangan untuk menjaga kualitas aset di tengah tantangan ekonomi.

Manajemen memastikan rasio keuangan dan likuiditas tetap aman di atas ketentuan regulator. Hal ini didukung optimalisasi aplikasi digital bernama MIND yang diluncurkan pada 2025 untuk menjaring nasabah muda.

“Kalau dibandingkan bank lain, MIND sudah cukup bersaing atau tidak, saat ini kami sedang menganalisa apakah MIND ini bisa meningkatkan jumlah nasabah baru terutama yang berusia muda,” kata Achmad.

>>> Veda Ega Pratama Geser Pebalap Spanyol di Klasemen Moto3 2026

Pengembangan layanan berbasis teknologi dan prinsip keuangan berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kontribusi perseroan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.