Fasilitas pameran membuka akses pasar yang lebih luas bagi kreator untuk membawa karya mereka ke tingkat global.

Namun, Irene Umar mengingatkan pentingnya membangun ekosistem kekayaan intelektual yang inklusif. Distribusi yang merata dan visibilitas kreator harus tetap didukung guna menjaga pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Dukungan senada datang dari Analis Hukum Ahli Madya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Wahyu Pramanto yang menggarisbawahi aspek perlindungan hukum bagi karya kreatif.

Director Sony Music Publishing Indonesia Anti Ariandini mengungkapkan keterlibatan pihaknya menuai respons positif dan memperluas jaringan kemitraan baru.

"Kehadiran Sony Music Publishing Indonesia mendapat respons positif serta membuka peluang networking baru dengan berbagai pelaku industri," ujar Anti.

>>> YLKI Desak Transparansi Formula Perhitungan Harga Pertamax

Acara yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada 7-8 Mei 2026 ini menegaskan potensi besar Indonesia dalam peta industri kekayaan intelektual di kawasan Asia Tenggara.