Penyelenggaraan IP Expo Indonesia 2026 mencatat lonjakan pertumbuhan hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pameran ini memperkuat perannya sebagai ruang kolaborasi bagi pemilik hak kekayaan intelektual, kreator, dan pelaku industri kreatif.

>>> Harga Minyak WTI Turun ke US$ 88,13 Akibat Meredanya Ketegangan Timur Tengah

Gelaran ini mengintegrasikan pameran interaktif dan sesi konferensi untuk memberikan pengalaman imersif bagi pengunjung.

Acara ini didukung oleh mitra strategis seperti Djarum Foundation, BCA, iQIYI, Campus League, dan iForte.

Sebanyak 52 stan eksibitor dari berbagai sektor, mulai dari hiburan, olahraga, gim, hingga media kreatif, memadati area pameran.

Rumah produksi animasi lokal RUS Animation turut memamerkan portofolio karya buatan siswa SMK binaan mereka.

Selain produk lokal, pengunjung dapat berinteraksi dengan karakter ikonik asal Jepang seperti Kamen Rider Zeztz, Space Sheriff Gavan, dan B-Robo Kabutack.

Konferensi dan Dukungan Pemerintah

Sesi konferensi menghadirkan 40 pembicara skala global dan domestik dari institusi ternama seperti Sanrio, Toei Animation, Sony Music Publishing Indonesia, Pelangi di Mars, dan Produksi Film Negara.

Country CEO dentsu Indonesia Elvira Jakub menilai hak kekayaan intelektual kini menjadi instrumen krusial dalam memperkuat relevansi budaya serta mendorong pertumbuhan bisnis sebuah jenama.

"Saat brand dan IP bertemu, kita tidak sekadar mengikuti tren. Kita sedang menciptakan gelombang pertumbuhan yang membawa brand menjadi relevan dan tak tergantikan," ucap Elvira.

>>> Niat dan Keutamaan Puasa Tasua serta Asyura 2026

VP Business Development GDP Venture Eva Soputan menambahkan bahwa peran kekayaan intelektual saat ini telah bergeser menjadi jembatan emosional antara produk, tren budaya, dan audiens.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan bahwa platform ini memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi pelaku industri kreatif lokal.