Seorang pendaki wanita berinisial F (26) menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh pemandu berinisial H (29) saat melakukan pendakian di Gunung Merbabu.

Peristiwa ini viral di media sosial X setelah diunggah oleh akun @itsb**nd.

>>> Borneo FC Samarinda Lepas 15 Pemain, Termasuk Bintang Liga Mariano Peralta

F yang berasal dari Banjarnegara dan berdomisili di Purwokerto awalnya berkenalan dengan H melalui media sosial. Ia kemudian memutuskan menggunakan jasa H sebagai pemandu untuk pendakian private trip.

F merasa yakin dengan kemampuan H karena melihat unggahan media sosial pelaku yang kerap membagikan konten pendakian.

H menyanggupi dengan tarif awal Rp 1 juta, namun kemudian mengubah kesepakatan menjadi sistem open trip dengan syarat F menanggung seluruh biaya administrasi, logistik, dan kebutuhan bersama yang totalnya mencapai Rp 1 juta.

Meski sempat keberatan, F akhirnya menyetujui tawaran tersebut. Ia berharap pendakian bisa berlangsung aman dan nyaman karena didampingi pemandu yang dinilai profesional.

Kronologi Pelecehan di Dalam Tenda

Perjalanan pendakian dimulai pada Jumat (29/5) melalui jalur Selo, Boyolali. F berangkat dari Purwokerto menuju Yogyakarta untuk dijemput H, lalu berboncengan sepeda motor ke Pos Pendakian Selo.

Setibanya di area Sabana 2, mereka mendirikan tenda berkapasitas empat orang. Posisi tenda tepat di depan jurang dan membelakangi semak-semak.

Pelecehan terjadi saat keduanya berada di dalam tenda yang sama.

Awalnya mereka tidur di ujung berlawanan, namun setelah F tertidur dan terbangun, ia merasakan ada tangan yang meraba bagian sensitifnya.

F berusaha menyingkirkan tangan H, namun pelaku terus mencoba. Ia menyilangkan tangan menutupi dada, tetapi tangan H masih mencoba masuk ke ketiak.