Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50% diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan pasar Surat Berharga Negara (SBN), khususnya tenor 10 tahun.

Yield SBN tenor 10 tahun tercatat naik menjadi 7,4% pada Rabu (10/6).

>>> Kementan dan BRIN Teken MoU, Targetkan Produksi Bawang Putih 35 Ton per Hektare

Sejalan dengan kenaikan BI Rate, nilai tukar rupiah pada pukul 12.15 WIB bergerak menguat 0,51% menjadi Rp 17.966 dibandingkan hari sebelumnya.

Dampak Kenaikan BI Rate terhadap Pasar SBN

Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Putri Nur Astiwi, mengatakan kenaikan BI Rate akan mendorong pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap arah suku bunga dan kondisi likuiditas ke depan.

Meski dalam jangka pendek langkah tersebut dapat memicu penyesuaian yield, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.

"Jika level yield dinilai sudah cukup menarik dan sentimen terhadap rupiah mulai mereda, maka peluang masuknya kembali aliran dana ke SBN bisa membantu menahan kenaikan yield lebih lanjut," ujar Putri kepada Kontan, Selasa (9/6/2026).

Di sisi lain, Putri melihat kenaikan yield SBN yang terjadi saat ini dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.

Dari eksternal, pasar masih dibayangi ketidakpastian arah suku bunga global, konflik geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, hingga meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan.

Sementara dari dalam negeri, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, persepsi investor terhadap risiko fiskal, serta arah kebijakan ekonomi turut mempengaruhi besarnya premi risiko yang diminta investor.

>>> Taylor Swift Cetak Rekor Streaming Global Lewat Soundtrack Toy Story 5

"Untuk saat ini, pergerakan rupiah menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan karena dapat mencerminkan perubahan persepsi risiko investor terhadap aset rupiah, termasuk SBN," jelasnya.