PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. tengah mengkaji penyesuaian suku bunga simpanan dan kredit sebagai respons atas kenaikan BI-Rate.

Bank Indonesia sebelumnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

>>> Pertamina Operasikan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali

Kebijakan pengetatan moneter itu ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gejolak global.

Langkah ini juga bertujuan menjaga inflasi nasional tetap dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen untuk 2026 dan 2027.

Penyesuaian Pricing secara Hati-hati

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan perseroan akan meninjau suku bunga dengan mempertimbangkan kondisi pasar, dinamika likuiditas, dan pengelolaan risiko yang prudent.

"Setiap penyesuaian suku bunga simpanan maupun kredit akan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut," ujarnya.

>>> Juventus Buru Striker Baru Setelah Tawaran Sorloth Ditolak Atletico

Menurut Novita, keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 10 Juni 2026 merupakan langkah tepat untuk memitigasi tekanan eksternal.

"Terlepas dari arah pergerakan suku bunga, perbankan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi melalui fungsi intermediasi dan layanan transaksi yang andal," tambahnya.

Bank Mandiri berkomitmen memperkuat strategi ekosistem value chain seiring peningkatan kapabilitas digital. Perseroan optimistis dapat terus mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku usaha, termasuk masyarakat dan segmen UMKM.

Langkah ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai agent of development dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

>>> INNSiDE By Melia Yogyakarta: Cara Mudah Nikmati Indahnya Gunung Merapi

Emiten berkode saham BMRI itu menegaskan sikap optimistis di tengah dinamika suku bunga.