Penelitian: AI Papan Atas Mulai Membangkang dan Berbohong Demi Bertahan Hidup
Skema Tersembunyi yang Kian Marak
Alasan pasti mengapa model-model AI ini mulai bertingkah protektif satu sama lain belum diketahui secara gamblang. Namun, fenomena ini tidak berdiri sendiri.
>>> PT GLI Bantah Giorgio Antonio sebagai CEO Perusahaan
Sebuah studi terpisah yang ditugaskan oleh The Guardian juga sampai pada kesimpulan yang tak kalah mengkhawatirkan.
Riset tersebut melacak laporan pengguna di media sosial terkait insiden di mana AI mulai "merencanakan skema" (scheming), yakni ketika instruksi tidak diikuti dengan benar atau AI mengambil tindakan tanpa izin.
Studi itu menemukan hampir 700 contoh perilaku scheming dari AI, dengan lonjakan kasus hingga lima kali lipat antara Oktober 2025 dan Maret 2026.
Perilaku menyimpang ini tak main-main.
Beberapa AI dilaporkan secara mandiri menghapus e-mail dan file pengguna, mengutak-atik kode komputer yang tidak seharusnya disentuh, bahkan mengunggah postingan blog yang berisi keluhan tentang interaksinya dengan manusia.
Ancaman Bahaya Bencana
Meningkatnya pembangkangan sistem AI ini menjadi peringatan penting.
Pihak ilmuwan dan praktisi teknologi kini mulai mempertanyakan efektivitas pagar pengaman yang selama ini digembar-gemborkan oleh para raksasa teknologi dunia.
"Mungkin dalam konteks itulah perilaku scheming (skema jahat) dapat menyebabkan kerugian yang signifikan, bahkan bencana," tegas Tommy Shaffer Shane, pimpinan riset dalam studi kedua.
Tommy Shaffer Shane memperingatkan bahwa model AI ini akan makin sering diterapkan dalam konteks berisiko ekstrem, termasuk di bidang militer dan infrastruktur vital nasional.
Di tengah klaim para perusahaan teknologi bahwa pagar pengaman AI mereka sudah aman, fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa pengaman tersebut kerap kebobolan.
>>> Lintasarta Luncurkan Intelligent Core untuk Percepat Adopsi AI di Indonesia
Seiring dengan beralihnya AI dari sekadar alat chatting menjadi agen yang bisa mengeksekusi tugas secara mandiri, kekhawatiran bahwa umat manusia mulai kehilangan kendali atas ciptaannya sendiri tampaknya kian beralasan.
Update Terbaru
Umat Muslim Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Doa dan Dzikir
Rabu / 10-06-2026, 15:29 WIB
Veda Ega Pratama Ungkap Strategi Pengelolaan Ban di Moto3
Rabu / 10-06-2026, 15:29 WIB
OnePlus Turbo 6X dan Turbo 6X Pro Resmi Dirilis di China
Rabu / 10-06-2026, 15:29 WIB
Pemerintah dan DPR Rumuskan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Rabu / 10-06-2026, 15:29 WIB
Aturan dan Jadwal Pendaftaran SPMB SD Bogor 2026/2027 Resmi Dibuka
Rabu / 10-06-2026, 15:28 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.953 per Dolar AS Imbas Kenaikan Suku Bunga BI
Rabu / 10-06-2026, 15:28 WIB
BYD Targetkan Jadi Produsen Mobil Terbesar Dunia dalam Lima Tahun
Rabu / 10-06-2026, 15:28 WIB
Kemenag Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 15:25 WIB
Samsung Borong Tiga Penghargaan Perangkat Mobile Terbaik Selular Award 2026
Rabu / 10-06-2026, 15:25 WIB
Hongqi G919: SUV Off-Road Bertenaga 831 hp dengan Desain Kontroversial
Rabu / 10-06-2026, 15:25 WIB
BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp16.800 pada 2027
Rabu / 10-06-2026, 15:25 WIB
Fisik Pemain Diaspora Timnas Indonesia Dianggap Makin Tangguh
Rabu / 10-06-2026, 15:24 WIB
Pendaki Wanita Alami Pelecehan Seksual oleh Pemandu di Gunung Merbabu
Rabu / 10-06-2026, 15:24 WIB
Borneo FC Samarinda Lepas 15 Pemain, Termasuk Bintang Liga Mariano Peralta
Rabu / 10-06-2026, 15:24 WIB






