Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan Beras hingga September 2026
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan memutuskan memperpanjang program bantuan pangan beras selama tiga bulan ke depan.
Perpanjangan berlaku mulai Juli hingga September 2026.
>>> Pemprov DKI Jakarta Jajaki Investasi Transportasi dari Jepang
Program ini menyasar 33,24 juta penerima manfaat yang masing-masing mendapat alokasi 10 kilogram beras per bulan.
Kebijakan tersebut digulirkan untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah yang menghadapi tekanan ekonomi dan lonjakan harga pangan.
Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics, Eliza Mardian, menilai intervensi ini tepat sebagai langkah jangka pendek.
"Pemberian bansos ini efektif sebagai short-term stabilizer saja. Ini langsung ke sasaran vulnerable groups," ujar Eliza.
Ia menambahkan, di tengah pelemahan daya beli, bantuan ini memastikan akses pemenuhan kalori pokok bagi kelompok desil bawah.
Cadangan Beras Pemerintah Aman
Kondisi Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog saat ini sangat aman untuk mendukung keberlanjutan penyaluran bantuan.
Hingga Mei 2026, volume stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai sekitar 5,3 juta ton, melampaui target 4 juta ton.
>>> DJP Temukan 93.260 Wajib Pajak Salah Gunakan PPh Final UMKM
Selain memperkuat ketahanan pangan rumah tangga miskin, perpanjangan program ini diyakini mampu menyokong konsumsi domestik dan meredam inflasi pangan.
"Perpanjangan bantuan beras selama tiga bulan dapat membantu menjaga konsumsi rumah tangga kelompok bawah sekaligus memberikan multiplier effect sederhana terhadap perekonomian," kata Eliza.
Kendati demikian, Eliza mencatat bahwa skema bantuan sosial pangan ini hanya bersifat temporer dan belum menyelesaikan akar masalah pelemahan daya beli.
"Bansos ini cukup efektif meredam gejolak, tetapi tidak menyelesaikan akar masalahnya," ujar Eliza.
Tekanan terhadap kapasitas belanja masyarakat dipicu oleh lonjakan biaya hidup yang tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan riil.
Situasi diperberat oleh risiko pemutusan hubungan kerja akibat ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Pemulihan daya beli yang berkelanjutan memerlukan solusi fundamental, termasuk penciptaan lapangan kerja sektor formal, upah layak, dan penguatan perlindungan sosial.
>>> Sikap Orang Cerdas yang Sering Dianggap Menyebalkan Menurut Pakar
"Ketahanan ekonomi masyarakat tidak bisa terus bergantung pada bantuan jangka pendek. Perlu ada perbaikan dari sisi kesempatan kerja, pendapatan, dan jaminan sosial," kata Eliza.
Update Terbaru
Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter
Rabu / 10-06-2026, 13:36 WIB
EMMO Buka Pemesanan Online Motor Listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis
Rabu / 10-06-2026, 13:36 WIB
Prabowo Targetkan Renovasi 400 Rumah Sakit hingga 2029
Rabu / 10-06-2026, 13:32 WIB
Prabowo Targetkan Modernisasi 400 Rumah Sakit dan 10.000 Puskesmas dalam Tiga Tahun
Rabu / 10-06-2026, 13:32 WIB
Jasindo Jaga Stabilitas Bisnis Marine Cargo di Tengah Pelemahan Rupiah
Rabu / 10-06-2026, 13:32 WIB
Garena Rilis Kode Redeem FF Max Terbaru 10 Juni 2026, Buruan Klaim
Rabu / 10-06-2026, 13:31 WIB
Thomas Tuchel Kaget Video Motivasi Timnas Inggris Bocor ke Publik
Rabu / 10-06-2026, 13:30 WIB
Kemensos Buka 8.180 Formasi PPPK Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat
Rabu / 10-06-2026, 13:30 WIB
Malam 1 Suro 2026 Jatuh pada 16 Juni Malam, Ini Jadwal dan Maknanya
Rabu / 10-06-2026, 13:30 WIB
Spielberg Kembali ke Tema Alien Lewat Film 'Disclosure Day'
Rabu / 10-06-2026, 13:29 WIB
Maye Musk Cerita Kecerdasan Elon Musk Sejak Usia 3 Tahun di Acara JPMorgan
Rabu / 10-06-2026, 13:29 WIB
Chery Q Buka Pemesanan Awal, Harga Diprediksi di Bawah Rp 230 Juta
Rabu / 10-06-2026, 13:29 WIB
Harga Pertamax Naik 10 Juni 2026, Ini Biaya Isi Full Tank Xmax dan Forza
Rabu / 10-06-2026, 13:28 WIB






