Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menjajaki peluang investasi dari Jepang untuk mempercepat pengembangan proyek transportasi publik strategis di ibu kota.

Langkah ini dilakukan pada Rabu (10/6/2026).

>>> DJP Temukan 93.260 Wajib Pajak Salah Gunakan PPh Final UMKM

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai langkah tersebut sangat positif. Menurutnya, ini merupakan peluang baik untuk memperbanyak dan mempercepat layanan transportasi massal di Jakarta.

Agar rencana ini terealisasi secara konkret, diperlukan dukungan kuat dari pemerintah pusat. Keterbukaan informasi mengenai skema investasi juga dibutuhkan oleh masyarakat.

Penjajakan ini diproyeksikan mampu memperluas ketersediaan lapangan kerja bagi warga lokal.

>>> Sikap Orang Cerdas yang Sering Dianggap Menyebalkan Menurut Pakar

Koordinasi proyek dilakukan langsung oleh Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pembahasan teknis hingga peninjauan lapangan telah dilakukan. Sinergi ekonomi ini diperkuat oleh hubungan sister-province antara Jakarta dan Tokyo yang sudah berjalan sejak tahun 1989.

>>> Zahara Resmi Ajukan Penghapusan Nama Brad Pitt dari Identitasnya

Saat ini terdapat lebih dari 10 ribu warga Jepang yang bekerja pada 1.500 perusahaan di Jakarta. Hal ini menunjukkan hubungan ekonomi yang erat antara kedua wilayah.