Perusahaan teknologi global Yandex meluncurkan solusi kecerdasan buatan (AI) yang dikhususkan untuk industri telekomunikasi di Indonesia.

Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di tanah air dan membantu operator telekomunikasi menghadirkan produk berbasis AI dengan lebih cepat.

>>> Keluarga Dono Puji Akting Desta di Warkop DKI Viralin Doong

Kebutuhan masyarakat terhadap AI tercermin dalam survei terbaru dari Kumparan. Sebanyak 97 persen responden mengaku AI telah berperan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Survei menunjukkan penggunaan AI meliputi pencarian informasi (80 persen), komunikasi dan terjemahan (70 persen), serta membantu pekerjaan (68 persen).

AI juga digunakan untuk hiburan dan kreativitas (60 persen), navigasi dan perjalanan (49 persen), serta belanja dan rekomendasi (39 persen).

Solusi yang paling banyak digunakan adalah chatbot AI generatif dengan angka 83 persen.

Adopsi AI Nasional

Pelaku industri telekomunikasi besar semakin aktif dalam adopsi AI seiring meningkatnya permintaan konsumen. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen.

Komdigi menegaskan AI sebagai salah satu pilar produktivitas nasional.

Perusahaan dengan interaksi konsumen tinggi dan pemahaman sentimen pasar dinilai mampu memanfaatkan teknologi ini untuk menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal.

CEO of Yandex Search International, Alexander Popovskiy, menyatakan operator telekomunikasi berada pada posisi ideal untuk mendorong adopsi AI ke masyarakat luas.

>>> Timnas U19 Indonesia Fokus Pemulihan Fisik Jelang Lawan Australia

"Mereka memiliki basis pengguna besar, merek tepercaya, dan distribusi infrastruktur yang matang sebagai fondasi penting dalam meluncurkan produk AI skala nasional," ujar Popovskiy.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia sudah siap untuk naik level dalam adopsi AI, baik bagi konsumen maupun perusahaan.