Sholat dhuha merupakan amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan, terutama dikaitkan dengan kelancaran rezeki.

Banyak umat Muslim meluangkan waktu di pagi hari untuk menunaikannya demi meraih ketenangan hati dan keberkahan hidup.

>>> Saham BCA Melonjak 4,37 Persen Didorong Aksi Beli Bersih Investor Rp 245 Miliar

Meskipun rentang waktunya cukup panjang, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sholat dhuha memiliki waktu paling utama.

Para ulama kemudian menerangkan tanda-tanda waktu terbaik ini dengan mengaitkannya pada kondisi matahari yang mulai terasa panas.

Keutamaan Sholat Dhuha

Amalan ini bukan sekadar ibadah biasa.

Berdasarkan hadis riwayat Muslim, setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah yang berjumlah 360 sendi, dan dua rakaat sholat dhuha dapat menggantikan seluruh sedekah tersebut.

Terdapat pula hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Ahmad: "Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu sepanjang hari itu."

Melalui buku Keajaiban Shalat Sunnah karya M.

Khalilurrahman Al Mahfani, ibadah ini sangat dianjurkan sebagai wujud syukur atas nikmat kesehatan, tubuh, dan kesempatan hidup yang Allah berikan setiap pagi.

Batas Waktu Sholat Dhuha

Secara umum, sholat dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik setinggi tombak. Di Indonesia, praktiknya biasa berkisar antara 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit.

Batas akhir ibadah ini adalah menjelang masuknya waktu zuhur, yakni kira-kira 10 sampai 15 menit sebelumnya.

Waktu Utama Berdasarkan Hadis

Rasulullah SAW memaparkan bahwa waktu paling utama untuk sholat dhuha adalah ketika matahari mulai terasa panas.

Hadis riwayat Muslim dari sahabat Zaid bin Arqam menyebutkan: "Shalat orang-orang awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan."