Niat dan Tata Cara Pelaksanaan

Berikut adalah bacaan niat sholat dhuha dua rakaat: Ushallii sunnatadh dhuhaa rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa. Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Secara umum, urutan pelaksanaannya sama dengan sholat sunnah lainnya: membaca niat, takbiratul ihram, doa iftitah, Surat Al-Fatihah, surat pendek, ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, berdiri untuk rakaat berikutnya, tasyahud akhir, dan salam.

Sebagian ulama menganjurkan pembacaan Surah Asy-Syams, Ad-Dhuha, atau Al-Insyirah, meskipun tidak ada kewajiban khusus mengenai jenis surat pendek tertentu.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Kaum Muslim sangat populer membaca doa berikut karena berisi permohonan keberkahan hidup: Allahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka.

Allahumma in kaana rizqii fis samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu‘siran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba‘iidan faqarribhu.

Bi haqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash shaalihiin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu.

Ya Allah, jika rezekiku di langit maka turunkanlah, jika di bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah.

Dengan hak waktu dhuha-Mu, keindahan, keagungan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku sebagaimana Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Hakikat Makna Rezeki dan Istiqamah

Para ulama mengingatkan agar umat Muslim tidak memandang sholat dhuha semata-mata sebagai ritual mencari kekayaan materi.

Rezeki memiliki cakupan luas yang bisa berupa kesehatan, ketenangan jiwa, keluarga yang baik, hingga kelancaran pekerjaan.

Buku Mukjizat Shalat Dhuha karya H. Amirulloh Syarbini menerangkan bahwa konsistensi dalam menjaga sholat dhuha mampu membentuk rasa optimisme, kedisiplinan, serta ketenangan jiwa dalam kehidupan sehari-hari.

>>> Chatib Basri dan Budi Sadikin Bantah Isu Tawaran Jabatan Menteri Keuangan

Pengabulan doa tersebut juga akan lebih maksimal jika dibarengi dengan ikhtiar, kejujuran, serta usaha menjauhi hal-hal yang haram.