Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Luwu, H. Sofyan Thamrin, menyatakan bahwa kompetensi dan sertifikasi nasional adalah modal krusial di tengah persaingan pasar kerja yang ketat.

"Industri membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang terukur. Melalui Akademi MATAPPA, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga kesempatan memperoleh sertifikasi yang diakui secara nasional.

Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting ketika mereka memasuki dunia kerja," jelas Sofyan.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menerangkan bahwa Akademi MATAPPA adalah bagian integral dari skema Program Jaga Masa Depan Desa untuk memperkuat kemandirian masyarakat.

"Melalui Jaga Masa Depan Desa, kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang.

Sebagiannya melalui pelatihan dan sertifikasi agar siap memasuki dunia kerja, dan sebagian lainnya melalui penguatan UMKM agar masyarakat memiliki kesempatan membangun usaha yang mandiri dan berkelanjutan," ujar Mustafa.

Program Jaga Masa Depan Desa merupakan satu dari tiga pilar utama Program Jaga Desa yang dikelola via FORDES.

Skema ini tidak hanya melatih keahlian pekerja, tetapi juga menggenjot geliat UMKM setempat.

>>> 8 Pemain Manchester City Berpotensi Hengkang Musim Panas Ini

Sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES, dan MDA diharapkan bisa melahirkan gelombang tenaga kerja terampil baru dan memperkuat ekosistem usaha lokal.