Aksi nekat seorang suporter bernama Hendri Mulyadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada 6 Januari 2010 kembali menjadi sorotan.

Peristiwa ikonik tersebut terjadi saat Timnas Indonesia menjamu Timnas Oman dalam laga lanjutan Pra Piala Asia 2011.

>>> Lintasarta Luncurkan Intelligent Core untuk Percepat Transformasi AI Perusahaan

Kala itu, skuad Garuda wajib memenangkan pertandingan demi mengamankan tiket ke putaran final. Namun, menjelang akhir laga, Indonesia justru tertinggal dengan skor 1-2 dan kesulitan mencetak gol penyeimbang.

Situasi tersebut memicu Hendri Mulyadi yang berada di tribun penonton untuk melompat pagar pembatas. Pemuda asal Cikarang ini berhasil menyusup ke dalam lapangan pada menit ke 90+2.

Hendri Mulyadi kemudian menggiring bola sendirian dan berlari kencang menuju kotak penalti Oman. Langkahnya baru terhenti setelah seorang anggota polisi berseragam lengkap mengamankan dirinya.

Akibat tindakan spontan tersebut, Hendri Mulyadi sempat dibawa ke Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat. Beruntung, pihak kepolisian tidak menahannya lama dan langsung memulangkannya ke pihak keluarga.

Motif di Balik Aksi Nekat

Melalui kanal YouTube Bicara Bola, Hendri Mulyadi membagikan kembali memori aksi nekatnya yang sempat membuat dirinya viral di berbagai media massa.

"Karena kan gua udah sering banget nonton bola ke GBK dari Cikarang. Kan lumayan jauh tuh.

Heeh. Ya memang karena cinta sama timnas.

Ya, akhirnya waktu itu enggak spontan sih. Memang ada niatan dari rumah karena ngelihat performa timnas waktu itu menurun," kata Hendri Mulyadi.

"Pertandingan melawan Oman itu penentuan. Kalau Indonesia menang akan lolos ke Piala Asia.

Kalau kalah berarti gagal. Sementara sebelum-sebelumnya Indonesia selalu lolos kan," ujarnya.