Hendri Mulyadi juga membantah anggapan bahwa tindakan menerobos lapangan tersebut meniru perilaku suporter dari luar negeri.

"Nah, akhirnya gua mutusin. Gua harus bikin gerakan yang kira-kira bisa langsung ngasih perubahan sama federasi (PSSI).

Waktu itu, ya jalan yang terlintas di otak gue ya loncat aja gitu. Loncat aja ya.

Enggak terinspirasi dari luar negeri. Emang udah ada niatan dari rumah," tutur Hendri Mulyadi.

"Bahkan waktu itu gua sempat waktu itu sempat bikin status di Facebook. Kalau timnas gagal nih, gua nekad nih mau loncat ke dalam lapangan.

Tahu masih ada enggak tuh status ya".

>>> John Herdman Puji Solidnya Lini Pertahanan Timnas Indonesia

Aksi tersebut diakui Hendri Mulyadi sebagai bentuk kritik langsung terhadap kepengurusan PSSI yang saat itu dipimpin oleh Nurdin Halid.

"Gua dulu enggak mikir panjang sih. Pokoknya ya, gua harus ada ngasih teguran buat PSSI waktu itu," ucap Hendri Mulyadi.

"Konsekuensinya waktu itu gua mikir mungkin akan ditahan beberapa minggu. Gua sudah siap.

Gua sudah mikir ke arah itu, mungkin akan ditahan dua atau tiga minggu."

Dampak dan Reaksi Keluarga

Dampak dari aksi tersebut, keluarga Hendri Mulyadi yang menonton siaran langsung di televisi sempat panik, bahkan sang ibu sampai menangis.

"Nah, setelah kejadian itu hanya di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) aja. Setelah diinterogasi di kolong tribun GBK kemudian dibawa ke Polsek Tanah Abang.

Kemudian di BAP selama 2 jam. Setelah itu ya diantar pulang sama polisinya sampai ke Bekasi.

Rumah gua kan di Cikarang. Di Bekasi dijemput sama keluarga.

Keluarga udah panik karena mereka juga nonton TV. Panik kan mereka," ujar Hendri Mulyadi seraya tertawa kecil.