Militer Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target Iran di sekitar Selat Hormuz pada Selasa (9/6/2026) malam waktu setempat.

Serangan ini merupakan respons atas penembakan helikopter Apache milik Angkatan Darat AS yang terjadi sebelumnya.

>>> Investor Asing Borong Saham CDIA Dua Hari Berturut-turut, Harga Melonjak 17,8%

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi aksi militer tersebut sebagai langkah bela diri proporsional terhadap agresi tanpa dasar.

Presiden AS Donald Trump menegaskan tindakan itu diambil untuk merespons provokasi yang mengancam keselamatan personel militer di jalur logistik internasional.

"Amerika Serikat harus memberikan tanggapan atas serangan ini," tulis Trump di platform Truth Social.

Trump juga memastikan kedua pilot helikopter Apache selamat tanpa cedera dalam insiden di Laut Oman.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di FIFA Matchday

Iran Bantah Keterlibatan

Pemerintah Iran melalui perwakilan resminya membantah terlibat dalam jatuhnya helikopter militer AS dan mengutuk serangan balasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pasukan asing di dekat wilayah mereka terus berisiko akibat kesalahan manusia atau kecelakaan.

"Solusi terbaik adalah mereka pergi," tegas Araghchi melalui akun media sosial X.

Ia menambahkan bahwa Teheran mengutamakan jalur diplomasi demi menjaga stabilitas kawasan, namun siap menghadapi eskalasi jika situasi memaksa.

>>> Timnas Indonesia Kembali ke Peringkat 118 FIFA Usai Kalahkan Mozambik

Konflik yang telah berlangsung lebih dari 100 hari ini mendorong Pentagon menjadwalkan kunjungan Menteri Pertahanan Pete Hegseth ke pusat komando CENTCOM di Tampa, Florida, serta pangkalan Guantanamo Bay.