Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melonjak 17,80 persen setelah diborong oleh investor asing selama dua hari bursa berturut-turut hingga 9 Juni 2026.

Aksi beli bersih oleh pemodal internasional ini terjadi di tengah momentum pembayaran dividen perusahaan.

>>> Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di FIFA Matchday

Berdasarkan data Investor Daily, asing mencatatkan net buy sebesar Rp 4,34 miliar pada 8 Juni 2026.

Tren positif berlanjut pada 9 Juni 2026 dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp 2,11 miliar.

Akibat akumulasi tersebut, harga saham CDIA ditutup di level Rp 695 per lembar pada perdagangan 9 Juni 2026.

Volume perdagangan tercatat 169,08 juta saham dengan frekuensi 20.560 kali dan nilai total Rp 107,19 miliar.

Pertumbuhan ini memutus tren negatif saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut.

Sebelumnya, harga saham CDIA terus tertekan dan selalu ditutup di zona merah sepanjang 3 Juni hingga 8 Juni 2026.

>>> Timnas Indonesia Kembali ke Peringkat 118 FIFA Usai Kalahkan Mozambik

Rekomendasi MNC Sekuritas

MNC Sekuritas memberikan analisis terkait penguatan signifikan yang disertai volume pembelian. Namun, lembaga sekuritas tersebut memproyeksikan masih ada potensi koreksi harga sebelum melanjutkan penguatan.

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi beli saat melemah di kisaran harga Rp 480 sampai Rp 570.

Target harga pertama di level Rp 770 dan target kedua di Rp 850, dengan stoploss di bawah 426.

Di sisi lain, CDIA merealisasikan pembayaran dividen tahun buku 2025 pada Selasa, 9 Juni 2026.

Total dividen yang disetor kepada pemegang saham mencapai US$ 40 juta, setara dengan Rp 5,56 per lembar saham.

Penerima dividen adalah pemegang saham yang terdaftar dalam recording date per 22 Mei 2026.

>>> WOW Group Merger MediaScience dan Eden Kreasi Indonesia untuk Solusi Digital Terintegrasi

Batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen atau cum date telah berlangsung pada 20 Mei 2026 dengan yield dividen sekitar 0,70 persen saat harga saham di level Rp 790.