Chief Executive Officer CIMB Group Novan Amirudin menyatakan pandangan positif terhadap prospek ekonomi jangka panjang Indonesia. Menurutnya, Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi investor regional maupun global.

"Bagi investor yang melihat potensi jangka panjang Indonesia, tentu saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk," ujar Novan dalam pernyataan pada Rabu (10/6/2026).

>>> Harga Emas Perhiasan di Raja Emas Indonesia Merosot 10 Juni 2026

Lembaga perbankan besar di Asia Tenggara tersebut melihat situasi pasar yang menantang saat ini justru sebagai kesempatan untuk memperluas bisnis.

Fokus ekspansi akan diarahkan pada sektor pengelolaan kekayaan (wealth management) dan layanan keuangan khusus.

Ekspansi Sejalan dengan Konsolidasi Perbankan Regional

Rencana ekspansi CIMB Group sejalan dengan tren konsolidasi perbankan regional. Pasar Indonesia didukung oleh jumlah penduduk besar serta kebutuhan pendanaan infrastruktur yang tinggi.

Saat ini, CIMB Group telah beroperasi melalui PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dengan aset mencapai Rp 368,22 triliun.

Outstanding pembiayaan tercatat Rp 235,14 triliun per Maret 2026.

>>> Pelatih Mozambik Puji Kekuatan Timnas Indonesia di SUGBK

Bank CIMB Niaga tengah memproses pemisahan unit usaha syariah (UUS) menjadi bank umum syariah mandiri. Aset unit syariah telah menyentuh Rp 58,81 triliun per Maret 2026.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengonfirmasi bahwa target penyelesaian pemisahan mundur ke semester kedua tahun ini.

Rencana awal penyelesaian pada Mei 2026 mengalami penundaan.

Pandangan positif CIMB Group juga didukung oleh Malayan Banking Berhad (Maybank). Maybank melihat ekonomi Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang baik dalam jangka menengah hingga panjang.

>>> Minat Investor Surat Utang Negara Terjaga Meski Imbal Hasil Tinggi

Indonesia saat ini berkontribusi sekitar 5 persen dari total keuntungan grup Maybank. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar utama di kawasan regional.