PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) optimistis menghadapi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen.

Perseroan mengandalkan penguatan penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA) sebagai strategi utama.

>>> IHSG Melonjak 7,57% ke 5.746 Setelah BI Naikkan Suku Bunga

Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra menyatakan bahwa perseroan telah menyiapkan langkah antisipasi terukur.

Hal ini dilakukan untuk menekan ketergantungan pada dana berbiaya tinggi di tengah dinamika suku bunga.

Hingga kuartal I-2026, rasio CASA Bank Raya tercatat sebesar 28 persen.

Nilai tabungan digital mencapai Rp 2,3 triliun, tumbuh 64,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,4 triliun.

Total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp 8,4 triliun per kuartal I-2026. Angka ini relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> IHSG Diprediksi Lanjut Menguat pada Rabu 10 Juni 2026

Manajemen berkomitmen memanfaatkan produk simpanan digital untuk mendorong akuisisi dan transaksi nasabah. Inovasi fitur digital menjadi pilar utama, dengan 111 inovasi fitur pada aplikasi Raya dalam setahun terakhir.

Kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan menjaga stabilitas moneter.

>>> Stadion Jordan-Hare Penuh Suporter Jelang Argentina vs Islandia

Langkah tersebut juga untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dan mendorong aliran investasi asing.