Proyek Indonesia Financial Center turut dibahas sebagai instrumen penguatan sektor keuangan domestik.

Sentimen Eksternal dan Prospek

Dari sisi eksternal, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah memberikan sentimen positif bagi mata uang regional.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa rupiah berpotensi menguat di tengah menurunnya harga minyak dunia akibat penghentian serangan Iran terhadap Israel untuk sementara waktu.

Namun, pemulihan mata uang lokal masih dibayangi oleh faktor dalam negeri berupa penurunan kepercayaan pasar.

Lukman menambahkan bahwa penguatan rupiah akan terbatas karena sentimen domestik yang negatif telah menjadi krisis kepercayaan.

Pelemahan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah, tetapi juga terhadap mayoritas mata uang global lainnya.

>>> Menkes Budi Gunadi Dukung Empat Langkah Badan Gizi Nasional

Dolar AS melemah terhadap dolar Australia, euro, dolar Singapura, yuan China, ringgit Malaysia, dan baht Thailand, meski menguat tipis terhadap yen Jepang.