Tren musik di Indonesia kembali bergeser. Kini, genre hipdut atau hip hop dangdut mulai menarik perhatian generasi muda.

Genre ini memadukan ketukan hip hop dengan irama dangdut, ditambah sentuhan RnB yang memperkaya aransemen.

>>> Imigrasi AS Tolak Wasit Somalia Omar Artan Masuk untuk Piala Dunia 2026

Fenomena ini mencuat setelah lagu Garam dan Madu (Sakit Dadaku) viral di media sosial.

Sebelum hipdut naik daun pada 2025, panggung musik Indonesia didominasi koplo, campursari, dan lagu daerah Indonesia Timur.

Ciri Khas Musik Hipdut

Secara teknis, aransemen hipdut menggabungkan beat hip hop repetitif dengan pola kendang koplo dangdut. Liriknya menggunakan bahasa sehari-hari, slang anak muda, dan bahasa daerah dengan tema romansa.

Keunikan lainnya terletak pada teknik vokal yang memadukan rapping bebas dengan cengkok dangdut khas.

>>> Korea Selatan Daur Ulang Cup Mie Instan Jadi Bahan Baku Plastik

Komunitas musik hipdut kini memiliki wadah yang digerakkan musisi muda dalam Anti NRML, sementara grup NDX AKA diyakini sebagai pelopor genre ini.

Tren hipdut juga memengaruhi gaya busana para musisinya yang mengadopsi estetika Y2K era 90-an.

Penampilan mereka identik dengan rambut warna-warni, riasan mencolok, tindikan, ekstensi kuku, celana melorot, legging cerah, hingga jepitan rambut.

Popularitas musik dan fashion hipdut dinilai membawa kembali tren masa lalu. Banyak pendengar antusias meniru gaya tersebut.

>>> 6 Tips Dekati Calon Promotor Beasiswa PMDSU dari Panitia

Perkembangan ini membuat penyanyi dangdut senior seperti Cici Faramida ikut mempopulerkan tren lewat lagu Jangan Tunggu Lama-Lama yang kini viral.