Korea Selatan Daur Ulang Cup Mie Instan Jadi Bahan Baku Plastik
Pemerintah Korea Selatan meluncurkan inisiatif ramah lingkungan untuk mengatasi limbah wadah makanan, khususnya cup mie instan yang sulit didaur ulang.
Langkah ini diambil karena popularitas mie instan cup yang tinggi menyebabkan penumpukan sampah. Wadah bekas biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar, mencemari udara.
>>> 6 Tips Dekati Calon Promotor Beasiswa PMDSU dari Panitia
Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan memperluas program daur ulang kimia berskala nasional, memanfaatkan teknologi dekomposisi termal untuk menguraikan kertas polistirena (PSP).
Teknologi baru ini mengubah sampah polistirena menjadi nafta, komponen dasar untuk memproduksi plastik baru. Metode ini menggantikan daur ulang mekanis konvensional yang kurang efektif.
Metode mekanis lama hanya melelehkan dan membentuk kembali material bekas menjadi produk bermutu rendah, sehingga pemanfaatannya terbatas pada barang bernilai ekonomi rendah.
Melalui program ini, limbah polistirena dikumpulkan lalu dipanaskan pada suhu tinggi tanpa oksigen melalui pirolisis.
Proses tersebut mengubah plastik padat menjadi minyak pirolisis cair yang kemudian disuling menjadi nafta.
Otoritas setempat menyatakan skema ini berhasil menyelesaikan kendala daur ulang yang dihadapi selama ini. Material kemasan yang sebelumnya dianggap sampah tidak bernilai kini dapat diproses kembali.
>>> Real Madrid Tebus Jose Mourinho dari Benfica Senilai 15 Juta Euro
Kebijakan nasional ini diterapkan setelah keberhasilan proyek uji coba di tingkat regional tahun lalu.
Agenda percontohan tersebut berhasil mengonversi sekitar 15,8 ton limbah polistirena menjadi material siap pakai.
Kementerian Lingkungan Hidup mengoptimalkan regulasi tanggung jawab produsen yang diperluas untuk mendorong partisipasi sektor swasta.
Aturan ini mewajibkan produsen dan importir bertanggung jawab penuh atas siklus hidup kemasan produk mereka.
Pemerintah juga menyediakan insentif berupa subsidi bagi korporasi logistik dan perusahaan kimia yang terlibat. Bantuan dana disalurkan pada tahap pengumpulan awal limbah hingga fase akhir dekomposisi termal.
"Perluasan ini mengatasi keterbatasan teknis yang sudah berlangsung lama dalam mendaur ulang polistiren yang terkontaminasi," kata Kim Go-eung, direktur divisi sirkulasi sumber daya di kementerian.
>>> Pertamina Patra Niaga Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95
"Ini akan membantu mengubah limbah bernilai rendah menjadi sumber daya kimia bernilai tinggi dan mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular," tutur Kim Go-eung.
Update Terbaru
Febrie Buka Suara Lagi soal Emas 74 Kg, Minta Ditanyakan ke Penyidik
Sabtu / 25-07-2026, 16:10 WIB
Profil Lou Koller Vokalis Sick of It All yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG
Sabtu / 25-07-2026, 16:08 WIB
IOC Tolak Pengaduan FairSquare terhadap Gianni Infantino soal Dukungan ke Donald Trump
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julian Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Otot Buatan untuk Robot Masa Depan, Terinspirasi dari Iris Mata Manusia
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Lelah dengan Mata Kering dan Perih? Kebiasaan Tak Terduga yang Mengubah Segalanya
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Ramalan Zodiak 25 Juli: Leo Evaluasi Diri, Virgo Percaya Pasangan
Sabtu / 25-07-2026, 16:07 WIB
Viral! Mahasiswi Menikah dengan Dosennya, Momen Wisuda Haru saat Suami Pindahkan Toga
Sabtu / 25-07-2026, 16:06 WIB
Daftar Kekayaan Anggota Kerajaan Inggris, Harta Meghan Markle Bikin Kaget
Sabtu / 25-07-2026, 16:06 WIB
Pastikan Ini Sebelum Menikah! Tips dari Pakar Agar Tak Salah Pilih Pasangan
Sabtu / 25-07-2026, 16:05 WIB
PM Jepang Hanya Tidur 3 Jam Tapi Masih Sempat Setrika dan Cuci Baju
Sabtu / 25-07-2026, 16:02 WIB
Tren Jasa Balikan dengan Mantan Viral, Klaim Sukses 90 Persen, Hasilnya?
Sabtu / 25-07-2026, 16:02 WIB
FitFlop Gandeng Pantone, Hadirkan Sepatu Warna Pastel dari Sneakers hingga Mary-Jane
Sabtu / 25-07-2026, 16:02 WIB







