Amerika Serikat melancarkan serangan balasan ke wilayah timur Hormozgan, Iran, pada Selasa (9/6/2026) setelah sebuah helikopter Apache milik Angkatan Darat AS ditembak jatuh oleh drone bunuh diri di dekat pantai Oman.

Proyektil militer AS dikonfirmasi menghantam Pulau Qeshm di Selat Hormuz serta wilayah Sirik.

>>> Kim Kardashian Dikritik Usai Abaikan Martin Brundle di Monaco GP

Otoritas AS memastikan dua pilot helikopter berhasil selamat tanpa luka serius setelah dievakuasi dalam waktu dua jam.

Pernyataan Trump dan Respons Iran

Presiden Donald Trump menegaskan dalam wawancara dengan ABC News bahwa serangan balasan merupakan respons atas penembakan helikopter tersebut.

"Mereka menembak jatuh sebuah helikopter, dan kami merespons saat kita berbicara sekarang," ujar Trump.

Trump menambahkan bahwa tindakan balasan militer AS merupakan keharusan mendesak. "Saya percaya respons kita harus sangat kuat, dan itulah yang sedang terjadi," katanya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, tidak secara tegas membantah atau membenarkan insiden tersebut.

>>> Tower Bersama Infrastructure Bagikan Dividen Tunai Rp1,05 Triliun

Melalui media sosial, ia menyerukan penarikan mundur seluruh pasukan asing dari kawasan sebagai solusi terbaik.

Situasi regional semakin kompleks dengan perang paralel Israel di Lebanon selatan.

Jet tempur Israel menyerang kota pelabuhan Tyre, menewaskan delapan orang, dan menghambat draf perdamaian antara Washington dan Teheran.

Konflik ini terus mengganggu jalur pasokan energi global karena Iran masih memblokade sebagian besar jalur pelayaran di Selat Hormuz.

>>> Senegal Hadapi Arab Saudi dalam Uji Coba Piala Dunia 2026 di Texas

Sebagai pembalasan ekonomi, AS menerapkan blokade ketat terhadap pelabuhan dagang Iran untuk menekan sektor energinya.