New York Knicks berhasil unggul 2-0 atas San Antonio Spurs dalam babak Final NBA.

Keunggulan ini diraih berkat pertahanan transisi yang solid dari para pemain seperti Bridges, OG Anunoby, dan Josh Hart.

>>> Knicks Ungguli Spurs 2-0 di Final NBA, Donald Trump Dijadwalkan Hadir

Mereka mampu memanfaatkan keunggulan fisik serta atletis untuk meredam efisiensi serangan transisi lawan. Meskipun demikian, Mikal Bridges mengaku belum puas dengan pencapaian lini bertahan timnya sejauh ini.

"They're a really good transition team," kata Bridges. "You got to get back, show bodies."

Ia menilai pertahanan transisi timnya masih memiliki ruang untuk berkembang lebih baik lagi.

Di sisi lain, San Antonio Spurs mencatatkan penurunan efisiensi signifikan di babak final. Mereka hanya mencetak 0,84 poin per penguasaan bola dalam situasi transisi.

Pelatih kepala Spurs, Mitch Johnson, mengungkapkan bahwa hilangnya efisiensi ini disebabkan oleh beberapa kesalahan teknis dan pengambilan keputusan yang kurang tepat.

"We've had a few turnovers in transition that are not as common throughout the season," ujarnya.

Kegagalan memanfaatkan peluang transisi ini berbalik menjadi momentum bagi Knicks untuk mencetak poin dengan mudah di ujung lapangan yang lain.

"Going from looking like we're probably getting a bucket to giving up a bucket," kata Johnson.

Spurs kini membutuhkan kontribusi lebih besar dari seluruh pemain untuk memutus rekor 13 kemenangan beruntun Knicks pada laga berikutnya.

"Transition is a huge part of the game for us when we are at our best," tambah Johnson.

Kehadiran Donald Trump di Game 3

Pertandingan Game 3 di Madison Square Garden juga menarik perhatian publik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana kehadirannya.