New York Knicks berhasil unggul 2-0 atas San Antonio Spurs dalam babak Final NBA.

Keunggulan ini diraih berkat pertahanan transisi yang solid dari para pemain seperti Bridges, OG Anunoby, dan Josh Hart.

>>> Donald Trump Hadiri Game 3 Final NBA, Stephen A Smith Lempar Kritik

Mereka mampu memanfaatkan keunggulan fisik serta atletis untuk meredam efisiensi serangan transisi lawan. Meskipun demikian, Mikal Bridges mengaku belum puas dengan pencapaian lini bertahan timnya sejauh ini.

"They're a really good transition team," kata Bridges. "You got to get back, show bodies."

Ia menilai pertahanan transisi timnya masih memiliki ruang untuk berkembang lebih baik lagi.

Di sisi lain, San Antonio Spurs mencatatkan penurunan efisiensi signifikan di babak final. Mereka hanya mencetak 0,84 poin per penguasaan bola dalam situasi transisi.

Pelatih kepala Spurs, Mitch Johnson, mengungkapkan bahwa hilangnya efisiensi ini disebabkan oleh beberapa kesalahan teknis dan pengambilan keputusan yang kurang tepat.

"We've had a few turnovers in transition that are not as common throughout the season," ujarnya.

Kegagalan memanfaatkan peluang transisi ini berbalik menjadi momentum bagi Knicks untuk mencetak poin dengan mudah.

"Going from looking like we're probably getting a bucket to giving up a bucket," kata Johnson. "Those are big swings in this game."

Spurs kini membutuhkan kontribusi lebih besar dari seluruh pemain untuk memutus rekor 13 kemenangan beruntun Knicks pada laga berikutnya.

Johnson menekankan bahwa transisi adalah bagian besar dari permainan mereka saat berada dalam performa terbaik.

Kehadiran Donald Trump di Game 3

Pertandingan Game 3 di Madison Square Garden juga menarik perhatian publik setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kehadirannya.