Jika stabilitas pasar dan sentimen global terus membaik, indeks berpeluang menguji rentang 6.000 hingga 6.300.

Tantangan dari tingginya suku bunga tetap perlu diwaspadai karena berpotensi menekan permintaan kredit serta konsumsi masyarakat. Kondisi ini juga berisiko menaikkan rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan.

"Risiko ini perlu dicermati karena dapat memengaruhi kinerja emiten, khususnya yang bergantung pada konsumsi domestik," tambah Hendra.

Investor dengan orientasi jangka menengah hingga panjang disarankan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan akumulasi saham secara bertahap. Penurunan valuasi membuat sejumlah saham unggulan (blue chip) menjadi lebih atraktif.

"Banyak saham blue chip saat ini diperdagangkan pada valuasi yang lebih murah, sehingga menarik untuk akumulasi jangka menengah hingga panjang," tutup Hendra.

>>> Penelitian Siswi JIS: Abu Vulkanik Gunung Berapi Berpotensi Atasi Stunting

Sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati, meliputi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan target Rp2.760, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) target Rp4.300, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) target Rp3.420, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada target harga Rp2.930.