Pemerintah China memberikan sinyal positif terkait perpanjangan kontrak peminjaman panda raksasa ke Indonesia. Kontrak kerja sama konservasi yang dimulai sejak 2017 itu dijadwalkan berakhir pada 2027.

Respons baik dari China didorong oleh keberhasilan Indonesia dalam merawat pasangan panda Hu Chun dan Cai Tao.

>>> Ekonom Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi PPKF 2027 Terlalu Optimistis

Apalagi, anak panda bernama Rio lahir dan tumbuh sehat di pusat konservasi.

Pasangan panda raksasa itu pertama kali tiba di Indonesia pada 2017. Kehadiran mereka merupakan bagian dari diplomasi panda untuk memperingati 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-China.

Penempatan satwa di Taman Safari Indonesia didasarkan pada komitmen kemitraan pelestarian selama 10 tahun. Kelahiran bayi panda Rio menjadi bukti nyata kolaborasi dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Otoritas China mengapresiasi kemajuan positif sistem pengelolaan panda raksasa di Indonesia. Tingkat perawatan yang optimal membuktikan kompetensi profesional Indonesia dalam program pelestarian satwa terancam punah.

"Kami dapat merasakan bahwa panda di Indonesia telah mendapatkan penjagaan yang baik," ujar Atase Kebudayaan Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Wang Siping.

Kolaborasi peminjaman panda raksasa menjadi pilar penting dalam mempererat hubungan diplomatik kedua negara. Melalui diplomasi ini, China menitipkan panda kepada negara mitra sebagai simbol persahabatan.

>>> Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI di Istana Merdeka

Selama kontrak 10 tahun, kapabilitas lembaga konservasi Indonesia dalam merawat satwa dipantau secara berkala oleh China. Hasil peninjauan menunjukkan parameter yang sangat memuaskan.

Kondisi sepasang panda dewasa terpantau bugar, sementara anak panda yang lahir di Indonesia tumbuh sehat dengan mempertahankan sifat alaminya.

"Perawatan ini bagus sekali. Anak panda tumbuh sehat dan tetap memiliki perilaku alami," kata Wang Siping.

Pencapaian positif itu menjadi landasan kuat bagi Indonesia untuk melanjutkan program pelestarian. China mengisyaratkan kelanjutan program berpotensi besar diwujudkan lewat kesepakatan baru.

"Ke depan akan diperpanjang antar dua negara. Tentu akan didukung oleh Kedutaan Besar China," ujarnya.

Namun, detail dan regulasi teknis perpanjangan kontrak masih memerlukan pembicaraan lebih mendalam. Dalam sistem diplomasi panda global, panda yang masa kontraknya habis biasanya dikembalikan ke China.

>>> Kebiasaan Makan Buah dan Sayur Bikin Emosi Anak Prasekolah Lebih Tenang

Kendati demikian, negara mitra tetap berpeluang mendapatkan pasangan panda lain jika komitmen kemitraan diperpanjang. "Kalau nanti (kedua induk) harus pulang, bisa saja dikirim yang baru," tambahnya.