Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pembiayaan fasilitas dana tunai industri multifinance tetap tumbuh positif hingga akhir tahun 2026.

Proyeksi ini didorong oleh tingginya kebutuhan likuiditas jangka pendek masyarakat.

>>> STAR Asset Management Luncurkan Reksa Dana Fixed Income Baru

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyatakan bahwa pembiayaan dana tunai diperkirakan masih memiliki prospek positif.

"Ke depan, pembiayaan dana tunai diperkirakan masih memiliki prospek yang positif hingga akhir 2026, seiring kebutuhan pembiayaan masyarakat," kata Agusman dalam keterangan tertulis pada Minggu (7/6/2026).

Nilai pembiayaan fasilitas dana tunai diproyeksikan mencapai Rp 38,10 triliun pada 2026, mendominasi portofolio industri multifinance.

Peluang dan Risiko Pembiayaan Dana Tunai

OJK mendorong pelaku usaha untuk mengedepankan manajemen risiko yang baik serta menjaga hak-hak konsumen dalam setiap penyaluran dana.

>>> Menkes Ungkap Hasil Audit Kematian Empat Dokter Internship

Dari sisi pelaku usaha, optimalisasi segmen nasabah produktif dalam pembiayaan dana tunai dipandang sebagai peluang besar untuk mendongkrak performa bisnis.

Namun, Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), Ristiawan Suherman, mengingatkan adanya potensi kenaikan rasio pembiayaan bermasalah jika kondisi ekonomi tidak mendukung.

"Jika fundamental ekonomi negara, yaitu daya beli masyarakat menengah ke bawah tidak bisa segera meningkat," ucap Ristiawan.

Secara keseluruhan, piutang pembiayaan perusahaan multifinance per April 2026 mencapai Rp 514,65 triliun, tumbuh 2,08 persen secara year on year (YoY).

>>> Komunitas Brosqi Kampanyekan Budaya Keselamatan Berkendara di BSD

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pembiayaan modal kerja yang mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 10,64 persen secara YoY.