Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4 Persen PDB
Pemerintah menetapkan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
>>> Telkom dan Medco Energi Bagikan Dividen Tahun Buku 2025
"Untuk menjaga keberlanjutan fiskal, pemerintah merancang defisit APBN 2027 pada kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap PDB," ujar Purbaya.
Rancangan kebijakan fiskal ini diarahkan untuk mengimbangi kebutuhan pendanaan pembangunan nasional sekaligus memastikan keberlanjutan keuangan negara.
Proyeksi Pendapatan dan Belanja Negara
Pemerintah memproyeksikan pendapatan negara pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap PDB.
Target rasio pajak naik mencapai level 10,02 persen hingga 10,50 persen terhadap PDB.
Sementara itu, alokasi belanja negara diproyeksikan berkisar antara 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB untuk membiayai program-program prioritas nasional.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,8 persen hingga 6,5 persen dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.
>>> Pemilik Kapal Minyak Dunia Cetak Rekor Pesanan Supertanker Baru
Akselerasi ekonomi akan ditopang oleh sektor investasi bernilai tambah tinggi yang diproyeksikan tumbuh 6,5 persen hingga 7,5 persen.
Indikator fundamental ekonomi dalam negeri dinilai kuat setelah pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 mencatat 5,61 persen secara tahunan, tertinggi sejak 2014.
Inflasi Mei 2026 terkendali di posisi 3,08 persen, neraca perdagangan surplus selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026, dan cadangan devisa senilai US$ 144,9 miliar.
Prioritas Pembangunan Nasional
Kebijakan fiskal mendatang difokuskan pada delapan klaster prioritas, meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penurunan kemiskinan.
Melalui sasaran pembangunan ini, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 6 persen hingga 6,5 persen.
>>> Holding BUMN Farmasi Targetkan Laba Bersih Rp2 Miliar pada 2026
Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan sebesar 4,3 persen hingga 4,87 persen, serta rasio gini pada level 0,362 hingga 0,367.
Update Terbaru
Sinopsis Om Shanti Om di Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 26 Juli 2026 di ANTV
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Dhoom di Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 25 Juli 2026 di ANTV
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
YA ALLAH! Terikat Janji Kembali Turun Peringkat, Inilah Acara Televisi dengan Rating Terbaik Hari ini 25 Juli 2026
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Hotel Mumbai di Bioskop Trans TV Hari ini 25 Juli 2026
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis The Vault di Bioskop Trans TV Hari ini 25 Juli 2026
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB
Apakah Drakor Agent Kim Reactivated Bakal Lanjut Season 2?
Sabtu / 25-07-2026, 05:00 WIB







