Para pemilik kapal minyak global memesan supertanker baru dalam jumlah rekor, melampaui lonjakan tahun 2008.

Berdasarkan data Clarkson Research Services Ltd pada Selasa, 9 Juni 2026, tercatat 262 kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) sedang dalam pesanan di berbagai galangan kapal dunia.

>>> Holding BUMN Farmasi Targetkan Laba Bersih Rp2 Miliar pada 2026

Setiap kapal mampu mengangkut 2 juta barel minyak mentah, dengan kapasitas total setara seluruh program ekspor minyak mentah Amerika Serikat.

Lonjakan ini dipicu konflik bersenjata yang melibatkan Iran, yang sempat melipatgandakan tarif tanker hingga rekor tertinggi akibat gangguan jalur pelayaran.

Pandangan Pelaku Industri

Miliarder perkapalan Yunani dan pendiri TMS Group, George Economou, menilai situasi saat ini lebih baik untuk sementara.

"Tetapi jika berlanjut, itu akan buruk bagi kapal tanker," ujarnya di Athena.

Keuntungan besar dari kenaikan tarif mendorong kapitalisasi pasar 15 saham kapal tanker terbesar melonjak lebih dari US$60 miliar, hampir dua kali lipat dibanding awal tahun.

>>> China Siapkan Investasi 2 Triliun Yuan untuk Jaringan Pusat Data AI

Perusahaan pemilik kapal asal Korea Selatan yang didukung MSC Mediterranean Shipping Company SA gencar membeli kapal tanker dengan harga tinggi, mendorong reinvestasi dana untuk armada baru.

Halvor Ellefsen, direktur di Fearnleys Shipbrokers UK Ltd, melihat kesamaan atmosfer industri dengan periode sebelumnya.

Sementara itu, George Youroukos, ketua eksekutif Global Ship Lease, menyebut risiko terbesar adalah para pemilik kapal yang kaya.

Total pesanan kapal di seluruh industri global saat ini menjadi yang terbesar dalam 14 tahun terakhir.

>>> Eksploitasi Sumber Daya di Cabo Delgado Picu Kebangkitan Terorisme

Pembaruan armada juga didorong oleh usia rata-rata supertanker aktif yang mencapai level tertinggi sejak 1998.