China Siapkan Investasi 2 Triliun Yuan untuk Jaringan Pusat Data AI
Pemerintah China berencana menginvestasikan sekitar 2 triliun yuan atau setara US$295,43 miliar dalam lima tahun ke depan.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun jaringan pusat data di seluruh negeri.
>>> Eksploitasi Sumber Daya di Cabo Delgado Picu Kebangkitan Terorisme
Langkah ini merupakan strategi Beijing untuk memperkuat daya saing dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin ketat dengan Amerika Serikat.
Informasi ini dilansir dari laporan Bloomberg News pada Selasa (9/6).
Saat ini, pemerintah China sedang menyusun cetak biru pembangunan jaringan pusat komputasi yang saling terhubung di berbagai wilayah.
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) menjadi salah satu lembaga utama yang memimpin penyusunan rencana tersebut.
Kebijakan infrastruktur ini sejalan dengan cetak biru pembangunan lima tahunan terbaru dari Beijing. Pemerintah setempat menegaskan ambisi untuk mempercepat adopsi teknologi AI di seluruh sektor ekonomi.
Target kepemimpinan global China tidak hanya terbatas pada AI, tetapi juga mencakup teknologi masa depan lain seperti komputasi kuantum dan robot humanoid.
>>> Luhut Minta Polemik Makan Bergizi Gratis Dihentikan
Perusahaan milik negara seperti China Mobile dan China Telecom disebut akan mengoperasikan sebagian besar pusat data tersebut. Keterlibatan mereka bertujuan memastikan seluruh jaringan komputasi terhubung secara terintegrasi.
Kemandirian Teknologi dan Pasokan Domestik
Pemerintah China ingin mengandalkan pemasok teknologi domestik sepenuhnya dalam implementasi proyek ini. Huawei Technologies diperkirakan akan memasok sedikitnya 80% kebutuhan teknologi utama, termasuk chip AI.
Strategi pengadaan ini secara efektif akan mengurangi ketergantungan terhadap produk semikonduktor dari Nvidia maupun Advanced Micro Devices (AMD).
Namun, rincian kebijakan masih berpotensi berubah karena rencana ini masih dalam tahap awal pembahasan.
Ekspansi infrastruktur AI China muncul saat perusahaan teknologi raksasa di Amerika Serikat diperkirakan menginvestasikan lebih dari US$700 miliar sepanjang tahun ini.
Hingga kini, China Mobile, China Telecom, dan NDRC belum memberikan tanggapan resmi.
>>> Kelompok Bersenjata Serang Cabo Delgado, Tiga Sipil Tewas
Sebelumnya, pemerintah China telah menerbitkan pedoman yang mewajibkan proyek pusat data baru dengan pendanaan negara untuk hanya menggunakan chip AI buatan dalam negeri.
Update Terbaru
Kim Sang-sik Pantau Langsung Laga Timnas Indonesia vs Mozambik di SUGBK
Selasa / 09-06-2026, 21:36 WIB
Katedral Cologne Jerman Mulai Tetapkan Biaya Masuk Wisatawan
Selasa / 09-06-2026, 21:36 WIB
Kemenhut Dorong Revisi UU Kehutanan untuk Percepat Penyelesaian Konflik Tenurial
Selasa / 09-06-2026, 21:36 WIB
Bandai Namco Rilis Action Figure Naruto Bertema Noir
Selasa / 09-06-2026, 21:36 WIB
Sena Kembalikan Fasilitas Kusuma Food Usai Identitas Aslinya Terbongkar
Selasa / 09-06-2026, 21:35 WIB
XLSmart Targetkan Jaringan 5G Jangkau 88 Kota Akhir 2026
Selasa / 09-06-2026, 21:34 WIB
DPR Dorong Buyback Saham BUMN, Jadi Katalis Positif Pasar Modal
Selasa / 09-06-2026, 21:32 WIB
Samir Perkuat Kerja Sama Bank untuk Jaga Profitabilitas
Selasa / 09-06-2026, 21:32 WIB
Swedia Siap Buktikan Diri di Piala Dunia 2026 Meski Tren Negatif
Selasa / 09-06-2026, 21:32 WIB
Kemenhaj Usut Dugaan Penipuan Haji yang Rugikan Jemaah Rp1,4 Miliar
Selasa / 09-06-2026, 21:32 WIB
Luhut: GovTech Perluas Basis Pajak Lewat Integrasi 64 Juta UMKM
Selasa / 09-06-2026, 21:29 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 18.058 Setelah BI Naikkan Suku Bunga
Selasa / 09-06-2026, 21:29 WIB
Volkswagen Caddy Facelift Dapat Layar Golf 12,9 Inci dan Sentuhan Geser yang Kontroversial
Selasa / 09-06-2026, 21:28 WIB
Roberto Martinez Kecewa Rafael Leao Dapat Kartu Merah Lawan Chile
Selasa / 09-06-2026, 21:28 WIB






