Kelompok ekstremis bersenjata menyerang warga sipil di desa Xitaxi, distrik Muidumbe, provinsi Cabo Delgado, Mozambik pada Jumat pekan lalu.

Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang petani setempat dan memicu gelombang pengungsian baru.

>>> Grab Resmi Kuasai Saham Mayoritas Superbank Lebih dari 50 Persen

Aksi kekerasan terjadi di kawasan pertanian yang menjadi batas antara pemukiman Xitaxi dan Chitunda.

Warga dikejutkan oleh kedatangan kelompok bersenjata tersebut. Para penyerab juga menjarah hasil bumi di lahan pertanian.

Seorang sumber dari Muidumbe mengatakan kepada Lusa, "Houve ataque dos terroristas nas nossas machambas [campos agrícolas] e mataram três pessoas."

Sumber lain menambahkan, "Mataram e saquearam produtos nas machambas."

>>> TBIG Optimistis Bisnis Menara Telekomunikasi Tumbuh Positif pada 2026

Berdasarkan laporan lembaga ACLED, insiden ini menambah panjang daftar konflik yang telah menelan ribuan korban jiwa di wilayah utara Mozambik.

Selain pembunuhan di sektor pertanian, laporan ACLED periode 18 hingga 31 Mei mencatat kelompok ekstremis yang terafiliasi dengan ISIS juga membajak sedikitnya 12 kapal di lepas pantai Mocímboa da Praia dan Macomia.

Mereka juga menembakkan mortir ke posisi militer Mozambik di pinggiran Macomia pada 25 Mei.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (OIM) melaporkan bahwa eskalasi serangan di distrik Ancuabe sejak 1 Mei hingga 3 Juni telah memaksa 19.325 orang mengungsi ke tempat penampungan di dalam distrik maupun ke wilayah tetangga seperti Montepuez dan Chiúre.

>>> 5 Fakta Menarik Jelang Laga Timnas Indonesia Vs Mozambik

Data OIM merinci para pengungsi terdiri dari 5.658 perempuan, termasuk 172 wanita hamil, dan 9.519 anak-anak, di mana 12 di antaranya terpisah dari keluarga mereka.