Muchsin Maulana bersyukur dapat merasakan pengalaman belajar di lingkungan global. Sebagai penerima KIP-K, ia menilai kesempatan tersebut membuka jalan menuju masa depan yang tidak pernah ia bayangkan.

"Saya tidak pernah menyangka bisa sampai di titik ini. Kami belajar di lingkungan internasional, berinteraksi dengan berbagai budaya, sekaligus memperoleh peluang karier yang lebih luas," ujarnya.

Kehidupan sebagai minoritas Muslim di Taiwan turut membentuk karakter mereka. Selain tantangan akademik, mereka mampu mengatasi biaya hidup dan penyesuaian makanan sehingga menjadi lebih mandiri.

Setelah menyelesaikan studi, ketiganya berencana merintis karier profesional di Taiwan. Langkah ini diambil untuk memperdalam pengalaman kerja internasional dan memahami dinamika teknologi global.

Rektor Unusa, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN Eng, mengatakan keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia, termasuk penerima KIP-K, mampu bersaing di tingkat internasional dengan dukungan yang memadai.

>>> OJK: Pembiayaan Multiguna Capai Rp258,73 Triliun per April 2026

"Pencapaian tersebut juga menjadi wujud komitmen Unusa dalam memperluas akses pendidikan internasional bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi," tutur Prof Tri Yogi.