Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran pembiayaan multiguna oleh industri multifinance mencapai Rp258,73 triliun per April 2026.

Sektor ini menjadi kontributor terbesar dengan porsi 50,27 persen dari total pembiayaan industri.

>>> Edifier LolliClip SE Resmi Meluncur, TWS Open Ear dengan Baterai 40 Jam

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyatakan nilai pembiayaan multiguna tumbuh 2,39 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kontribusi Sektor Lain

Pembiayaan investasi menjadi kontributor terbesar kedua senilai Rp167,75 triliun dengan porsi 32,59 persen.

Namun, segmen ini mengalami kontraksi sebesar 2,05 persen secara tahunan.

Untuk pembiayaan modal kerja, nilainya tercatat Rp55,22 triliun dengan porsi 10,73 persen dan tumbuh 10,64 persen secara tahunan.

>>> IHSG Melonjak 7,57 Persen setelah OJK Redam Kekhawatiran Investor

Secara keseluruhan, total nilai pembiayaan industri multifinance mencapai Rp514,65 triliun per April 2026, tumbuh 2,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

OJK memproyeksikan beberapa tantangan yang dapat menghambat kinerja pembiayaan multifinance ke depan, termasuk dinamika perekonomian, kualitas pembiayaan, serta pengelolaan risiko.

Agusman menekankan perusahaan perlu terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam penyaluran pembiayaan.

Hal ini sejalan dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross industri multifinance yang berada di angka 2,89 persen per April 2026.

>>> Hirokazu Kore-eda Sutradarai Film Live Action Look Back Karya Tatsuki Fujimoto

Angka tersebut naik dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar 2,83 persen dan memburuk dari posisi April 2025 yang tercatat 2,43 persen.