>>> Pencarian Link Video Cut Salwa Ramai di Media Sosial, Publik Diminta Waspadai Tautan Tidak Jelas

Namun, ia mengingatkan dampak kebijakan masih bergantung pada realisasi di lapangan dan perkembangan pasar ke depan.

"Atas saat ini kondisi pasar alat berat relatif stabil dan masih berada pada level yang kurang lebih sama dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Aktivitas sektor pertambangan masih cukup baik, meskipun pelanggan tetap selektif dalam melakukan investasi dan lebih fokus pada produktivitas serta efisiensi operasional," jelasnya.

Direktur PT Intraco Penta Tbk Willianto Febriansa menilai relaksasi RKAB dapat menjadi angin segar bagi industri alat berat yang sempat tertekan sepanjang awal tahun.

Peningkatan kuota produksi akan mendorong perusahaan tambang kembali menambah investasi alat berat.

"Dengan adanya relaksasi RKAB maka pengusaha dapat meningkatkan kapasitas produksi dan penjualannya. Kenaikan produksi akan membutuhkan tambahan alat berat," ujar Willianto kepada Kontan, Selasa (9/6/2026).

Ia menambahkan selama ini kebijakan RKAB yang lebih ketat membuat banyak perusahaan tambang menahan belanja modal untuk pembelian alat berat baru.

Mayoritas perusahaan alat berat mengalami penurunan penjualan pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan potensi pelonggaran RKAB dan harga batubara yang masih menarik, pelaku industri berharap permintaan alat berat dapat kembali menguat pada paruh kedua tahun ini.

>>> Chatib Basri: Tiga Opsi Jaga Kesehatan Fiskal Indonesia

Hal ini seiring meningkatnya aktivitas produksi di sektor pertambangan.