Kenaikan BI Rate Diprediksi Tekan Daya Beli Rumah Kelas Menengah
>>> Studi Ungkap Alasan Orang Cerdas Lebih Suka Menyendiri
Situasi tersebut memicu sikap menahan diri di kalangan konsumen untuk membeli barang elektronik atau kendaraan, sementara kelompok masyarakat bawah relatif tidak terdampak langsung pada akses kredit komersial karena adanya perlindungan jaminan pemerintah.
"Jadi ya mereka akan wait and see untuk konsumsi barang-barang yang katakanlah pinjamannya cukup tinggi termasuk KPR, motor, alat elektronik.
Kelas bawah juga tertekan, cuma bawah ini kan ada bantalan subsidi, dan mereka nggak banyak dapat pinjaman karena tidak sebagai kelompok yang eligible," terang Tauhid.
Pandangan serupa disampaikan oleh Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal yang menilai bahwa kebijakan stabilisasi mata uang Garuda ini membawa efek samping berupa kenaikan beban operasional kredit komersial perbankan.
"Jadi biasanya behavior-nya itu kalau BI rate itu naik, yang naik duluan adalah kenaikan di suku bunga kredit di perbankan.
Maksudnya ini respons daripada perbankan komersialnya dengan kenaikan tingkat suku bunga acuan," ucapnya.
Faisal menambahkan bahwa sektor KPR akan otomatis menyesuaikan tingkat suku bunga baru, meskipun durasi dan besaran penyesuaian dari masing-masing bank penyedia layanan bervariasi.
"Nah KPR pada dasarnya ya juga in general menurut saya akan mengikuti otomatis. Jadi itu akan naik sebagai respons.
Walaupun biasanya juga untuk masing-masing bank mungkin reaksinya berbeda-beda," sambung Faisal.
Oleh karena itu, kemampuan adaptasi bank dalam menetapkan margin keuntungan menjadi krusial mengingat daya serap segmen konsumen menengah ke bawah sangat rentan terhadap fluktuasi bunga cicilan.
"Kalau selaku konsumennya, kalau sasaran konsumennya itu menengah ke bawah, nah itu biasanya memang agak susah untuk bisa menyerap kenaikan suku bunga KPR.
>>> Turis Florida Kena Jebakan Harga Gelato di Roma, Tagihan Rp932 Ribu
Nah, itu juga jadi ada perbedaan antarbank penyedia KPR dalam merespons kenaikan tingkat suku bunga acuan," tuturnya.
Update Terbaru
PT Dharma Satya Nusantara Tbk Bagikan Dividen Rp498 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Selasa / 09-06-2026, 20:40 WIB
Xi Jinping dan Kim Jong Un Perkuat Komitmen Hubungan Bilateral
Selasa / 09-06-2026, 20:40 WIB
Pangsa Pasar Alfamart Naik Jadi 36,2 Persen, Ekspansi Gerai Agresif Jadi Kunci
Selasa / 09-06-2026, 20:39 WIB
Lionel Scaloni Berpeluang Cetak Sejarah Hebat Bersama Argentina
Selasa / 09-06-2026, 20:37 WIB
Hubungan Trump-Netanyahu Mulai Retak Akibat Konflik Lebanon
Selasa / 09-06-2026, 20:37 WIB
Novan Temukan Transaksi Janggal Davina untuk Fasilitas Sena
Selasa / 09-06-2026, 20:36 WIB
Dua Jemaah Haji Asal Sumsel Meninggal Dunia di Makkah
Selasa / 09-06-2026, 20:36 WIB
San Antonio Spurs Tekuk New York Knicks 115-111 di Game 3 Final NBA 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:36 WIB
Pangeran Harry Rencanakan Kunjungan Keluarga ke Inggris Juli Mendatang
Selasa / 09-06-2026, 20:36 WIB
Eropa Berpeluang Lanjutkan Dominasi pada Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:36 WIB
Eni dan Petronas Resmikan Perusahaan Patungan Searah, Kelola 19 Aset Gas
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
Sinetron Terikat Janji Episode 63: Konflik Identitas Sena Memuncak
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
Kemenag dan Musyrif Diny Susun Panduan Kemabruran Haji untuk Jamaah
Selasa / 09-06-2026, 20:35 WIB
OJK Proyeksikan Pembiayaan Dana Tunai Multifinance Tumbuh Positif hingga 2026
Selasa / 09-06-2026, 20:33 WIB






