PT Bank CIMB Niaga Tbk. turut menyalurkan fasilitas pinjaman sindikasi berkelanjutan (sustainability-linked loan) senilai US$750 juta kepada PT Vale Indonesia Tbk.

Penandatanganan dilakukan di Jakarta pada Selasa (8/6/2026).

>>> Penanganan Malaria Butuh Paradigma Baru, Libatkan UMKM dan Digital

Pembiayaan ini bertujuan mendukung pengembangan industri nikel yang ramah lingkungan serta memperkuat hilirisasi mineral nasional.

Skema ini melibatkan 17 institusi perbankan untuk memperkokoh posisi nikel sebagai bahan baku ekosistem baterai kendaraan listrik.

Dalam skema tersebut, debitur diwajibkan mencapai indikator keberlanjutan tertentu guna mendorong operasional yang lebih hijau.

Bagi perbankan, langkah ini menjadi bagian dari diversifikasi portofolio pada sektor mineral kritis yang penting bagi transisi energi bersih.

Komitmen Keberlanjutan CIMB Niaga

Head of Corporate Investment Banking Coverage & Loan Syndication CIMB Niaga Miranty Supardi menegaskan komitmen perseroan terhadap keberlanjutan melalui partisipasi pendanaan ini.

>>> Adopsi AI Perusahaan Indonesia Tinggi Namun Mayoritas Belum Siap

"Keterlibatan CIMB Niaga dalam fasilitas sustainability-linked loan ini merupakan wujud dukungan kami terhadap keberlanjutan di industri ekstraktif," ujar Miranty.

Ia menambahkan bahwa Vale Indonesia telah menerapkan praktik terbaik dalam operasionalnya, termasuk penggunaan energi terbarukan dari pembangkit listrik tenaga air (hydropower).

Perusahaan tambang itu juga memiliki rencana pengembangan energi terbarukan dan elektrifikasi untuk menurunkan intensitas emisi di masa depan.

Program elektrifikasi dan pemanfaatan energi terbarukan tersebut diproyeksikan mampu mereduksi intensitas emisi secara signifikan.

>>> PT Tower Bersama Infrastructure Siapkan Capex Rp4 Triliun untuk Ekspansi 2026

Target operasional Vale Indonesia sejalan dengan peta jalan CIMB Group yang membidik emisi nol bersih pada tahun 2050.