PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp4 triliun pada tahun 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan.

>>> Penyelesaian Sengketa Lahan TNI AL dan Masyarakat Pasuruan

Pengumuman ini disampaikan dalam Paparan Publik yang digelar pada Selasa (9/6/2026) di Jakarta.

Manajemen menyebutkan bahwa capex akan difokuskan pada pembangunan menara baru dan pengembangan jaringan fiber optik.

Presiden Direktur Tower Bersama Infrastructure, Herman Setya Budi, menjelaskan bahwa perseroan tetap mengutamakan pertumbuhan organik. Ekspansi infrastruktur dilakukan sesuai pesanan dari operator telekomunikasi.

Herman menambahkan bahwa saat ini belum ada rencana akuisisi.

Tren pertumbuhan organik pada kuartal pertama tahun ini berjalan cukup baik dengan permintaan mitra operator yang meningkat dibandingkan tahun 2025.

Visi perseroan adalah menjadi penyedia konektivitas digital.

Selain bisnis menara, TBIG membangun jaringan fiber optik antarmenara, mendukung rollout FTTH bagi operator, serta mengembangkan layanan Power as a Service.

>>> Metrodata Electronics Targetkan Pendapatan Tumbuh 10 Persen di 2026

Manajemen menilai dampak konsolidasi operator yang sempat bergejolak pada 2025 mulai mereda. Merger antara Smartfren dan XL menjadi XLSmart dianggap sebagai tantangan terbesar yang telah dilewati.

Herman optimistis pada 2026 jumlah tenancy dan tower akan kembali bertumbuh. Perseroan berharap dapat memperoleh pesanan baru dan tumbuh dengan baik.

Hingga 31 Maret 2026, TBIG mengelola 41.764 penyewaan dan 24.666 sites telekomunikasi. Jumlah tersebut terdiri dari 24.558 menara dan 108 jaringan DAS.

Jumlah penyewa menara mencapai 41.656 tenant pada triwulan pertama tahun ini. Rasio kolokasi atau tenancy ratio perseroan berada di level 1,70 kali.

Pengembangan bisnis non-menara melalui investasi jaringan fiber optik intersite dan FTTH digenjot berdasarkan pesanan operator.

TBIG telah bekerja sama dengan XL dan berupaya memperluas kemitraan dengan IOH serta Telkomsel.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, pendapatan TBIG turun tipis 0,79% secara tahunan menjadi Rp1,71 triliun.

>>> Trans Studio Cibubur Promo Tiket Murah Selama Juni 2026

Laba periode berjalan pada kuartal I-2026 menyusut 5,61% menjadi Rp405,61 miliar.