Pemerintah Indonesia terus mempercepat hilirisasi industri nikel nasional. Langkah terbaru datang dari rencana investasi perusahaan teknologi pemrosesan material baterai asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT).

PBT berencana membangun fasilitas precursor Cathode Active Material (pCAM) di Indonesia.

>>> 7 Produk Google Super Canggih yang Jarang Diketahui

Nilai investasi yang disiapkan mencapai USD 350 juta atau setara Rp5,7 triliun dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS.

Fasilitas pCAM merupakan salah satu mata rantai penting dalam industri baterai kendaraan listrik (EV). Saat ini, sektor tersebut belum berkembang di Indonesia.

Investasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ekosistem baterai EV di dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah nikel melalui hilirisasi.

>>> Kode Roblox Brookhaven Terbaru Juli 2026 untuk Buka Semua Lagu

Dengan adanya pabrik pCAM, Indonesia dapat memproduksi bahan baku baterai secara lebih mandiri. Hal ini juga berpotensi menarik lebih banyak investasi di sektor hilir nikel.

PBT merupakan perusahaan yang fokus pada teknologi pemrosesan material baterai. Kehadirannya di Indonesia diharapkan membawa transfer teknologi dan menciptakan lapangan kerja baru.

>>> TikTok Buka Suara soal PHK Massal di Tokopedia: Bukan Keputusan Mudah

Rencana investasi ini masih dalam tahap awal dan memerlukan berbagai persetujuan. Namun, pemerintah optimistis proyek ini dapat terealisasi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian.